Home / Daerah / Hadiri Hari Jadi Ke-78 Sendangadi, Danang Ajak Masyarakat Jaga Kelestarian Sumber Mata Air

Hadiri Hari Jadi Ke-78 Sendangadi, Danang Ajak Masyarakat Jaga Kelestarian Sumber Mata Air

Sleman,REDAKSI17.COM – Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, hadir sekaligus menjadi pemimpin upacara peringatan Hari Jadi ke-78 Kalurahan Sendangadi, pada Jumat (17/4/2026) malam, bertempat di Joglo Sendangadi, Jl. Jongke Lor, Gilingan, Sendangadi, Mlati, Sleman.

Pada acara tersebut Wakil Bupati Sleman melakukan penanaman bibit pohon sebagai simbol keseimbangan hidup, kelestarian mata air, dan kemanfaatan bagi generasi masa depan.

Dalam upacara tersebut juga dilakukan pengambilan air Tirta Suci dari sendang atau sumber mata air yang ada di tempat tersebut. Prosesi ini dilakukan oleh para bregada sebagai simbol rasa syukur dan pembersihan diri. Acara diakhiri dengan ceramah yang disampaikan oleh KH. Sigit Nur Sahid.

Pj. Lurah Sendangadi, Reza Uud Firmansyah, menyampaikan meski digelar secara sederhana, tapi tidak mengurangi nilai dan esensi semangat kebersamaan pada peringatan Hari Jadi ke-78 Kalurahan Sendangadi. Hal ini selaras dengan tema Hari Jadi ke-78 Kalurahan Sendangadi “Sendangadi Nyawiji Hanggayuh Mukti”.

“Rangkaian Hari Jadi Kalurahan Sendangadi juga diadakan ziarah makam mantan pamong, dan anjangsana pamong yang sudah purna tugas,” terangnya.

Danang, dalam sambutannya mengucapkan selamat sekaligus turut bahagia dengan peringatan Hari Jadi ke-78 Kalurahan Sendangadi. Ia juga mengajak masyarakat untuk menjadikan momentum peringatan hari jadi ini untuk mengenang jasa sekaligus mendoakan para sesepuh pendiri Kalurahan Sendangadi.

“Saya juga berharap kegiatan ini jadi ajang untuk instropeksi. Pelayanan masyarakat kalau ada yang kekurangan, mari ditingkatkan lagi,” ujar Danang.

Lebih lanjut Danang mengajak masyarakat untuk selalu menjaga kelestarian sendang yang ada di Sendangadi ini, sebagai sumber kehidupan bagi seluruh makhluk hidup. Dengan begitu, diharapkan masyarakat Sendangadi dapat lebih sejahtera, ‘gemah ripah loh jinawi’ (keadaan wilayah yang subur, makmur, tenteram, serta banyak penduduknya).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *