Beranda / Nasional Dan Internasional / Herwin Sindir Prabowo soal Pemakaman Ayatollah Khamenei, Dede Budhyarto Langsung Pasang Badan

Herwin Sindir Prabowo soal Pemakaman Ayatollah Khamenei, Dede Budhyarto Langsung Pasang Badan

JAKARTA,REDAKSI17.COM – Polemik mengenai kehadiran perwakilan Indonesia dalam prosesi pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, memicu perdebatan di media sosial.

Pegiat media sosial, Herwin Sudikta, melontarkan sindiran kepada Presiden Prabowo Subianto, yang kemudian dibalas keras oleh mantan Komisaris PT Pelni, Dede Budhyarto.

Herwin mempertanyakan keputusan pemerintah yang disebut hanya mengirim Duta Besar RI untuk menghadiri prosesi tersebut.

Sindiran itu kemudian memicu respons Dede yang menyebut narasi Herwin tidak berdasar.

Blak-blakan, Herwin mempertanyakan alasan pemerintah tidak mengirim pejabat yang lebih tinggi untuk menghadiri pemakaman tersebut.

“Kenapa Prabowo cuma kirim Duta Besar RI doang ke pemakaman Ayatollah Khamenei di Iran?” ujar Herwin, dikutip fajar.co.id, Selasa (7/7/2026).

Ia kemudian menyinggung beberapa kunjungan Prabowo ke negara-negara Eropa yang sempat menuai pro dan kontra.

“Jawabannya, soalnya tempat indah buat bulan madu di sana udah hancur lebur kena serangan,” tutur Herwin.

“Gimana mau kerja sambil nikmatin pemandangan kalau resort-nya rata tanah semua? Jadi mending Dubes aja yang datang,” tambahnya.

Herwin juga menyinggung sejumlah negara yang sebelumnya pernah dikunjungi Prabowo.

“Paris, Roma, Italia dulu lancar jaya, sekarang giliran Iran cuma salam dari jauh. Prioritas trip-nya emang beda level!” tukasnya.

Pernyataan Herwin mendapat tanggapan dari Dede Budhyarto. Ia membantah narasi yang disampaikan Herwin dan menegaskan keputusan pemerintah merupakan bagian dari pertimbangan diplomatik.

“Lo, Herwin, sudah nyebar hoaks, bikin narasi bodoh. Presiden Prabowo kirim Dubes bukan karena resort hancur atau lagi cari spot bulan madu, tapi karena diplomasi serius, bukan tur wisata atau foto-foto estetik buat konten medsos,” ucap Dede.

Ditegaskan Dede, penentuan level perwakilan dalam hubungan internasional didasarkan pada kepentingan strategis, bukan sekadar simbolik.

“Negara besar seperti Indonesia menghitung kalkulasi strategis, stabilitas regional, risiko eskalasi, dan kepentingan nasional jangka panjang, bukan ikut-ikutan kirim menteri ke setiap pemakaman demi pencitraan solidaritas murahan,” tukasnya.

Ia juga menepis anggapan bahwa keputusan tersebut dipengaruhi tekanan negara lain.

“Ini bukan soal takut Trump, tapi prinsip bebas aktif yang bijak, bukan reaktif atau gegabah ikut arus emosi,” bebernya.

Selain membela langkah pemerintah, Dede turut mengkritik gaya penyampaian Herwin yang dianggap tidak menghormati suasana duka.

“Lebih parah lagi, lo bercandain soal pemakaman pemimpin negara lain yang baru terbunuh dalam konflik,” tegas Dede.

“Rakyat Iran sedang berduka, tapi lo malah bikin lelucon rendahan soal bulan madu,” sambungnya.

Tidak berhenti di situ, Dede kembali menegaskan bahwa fokus pemerintah saat ini adalah kepentingan nasional.

“Prioritas trip? Yang bener aja. Indonesia lagi bangun ekonomi, jaga kedaulatan, bukan jadi clown diplomacy yang cuma bisa ngolok pemakaman. Dendam gegara Pilpres bikin otak lo makin sengklek,” kuncinya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *