SEOUL,REDAKSI17.COM – Dalam kunjungan diplomasi kebangsaan ke kantor pusat Global Green Growth Institute (GGGI) di Seoul, Korea Selatan, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) Wakil Ketua MPR Republik Indonesia, yang juga merupakan Ketua Fraksi Partai Demokrat di DPR RI, menegaskan komitmen Indonesia terhadap pertumbuhan hijau global dan keberlanjutan lingkungan. Kunjungan ini dihadiri oleh anggota MPR/DPR RI, yang menjadi momen penting untuk memperkuat kerja sama internasional dalam menghadapi perubahan iklim dan pembangunan berkelanjutan.
Mengawali sambutannya yang penuh semangat, Edhie Baskoro, Wakil Ketua MPR RI mengungkapkan rasa terima kasih yang mendalam atas sambutan hangat dari GGGI, sambil menyampaikan betapa istimewanya bagi dirinya berada di kantor pusat GGGI di Seoul, yang tak hanya mengingatkan beliau pada sosok ayahnya, Presiden RI ke 6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), yang pernah memimpin GGGI sebagai Chair (President) dari perkumpulan filantropis tersebut.
“Terima kasih, saya merasa seperti di rumah, seperti bertemu dengan Ayah saya (Pak SBY), yang dulu memimpin GGGI; sambil disambut penuh senyum dan tawa hangat oleh semua. Saya sangat menghargai komitmen dan pemikiran mendalam yang diberikan oleh GGGI untuk masa depan dunia,” ujar Ibas, Wakil Ketua MPR RI, yang juga menekankan pentingnya peran organisasi ini dalam memajukan agenda keberlanjutan di dunia.
Pada kesempatan itu, beliau juga menegaskan bahwa memerangi perubahan iklim dan menjaga lingkungan bukan hanya tentang menanam banyak pohon, meskipun hal tersebut sangat sangatlah penting. “Namun, yang lebih krusial adalah menciptakan regulasi dan kebijakan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan, yang memberikan dasar yang kuat untuk masa depan yang lebih hijau dan sehat,” katanya.
Dalam sambutannya, Dr. Edhie Baskoro Wakil Ketua MPR RI menyampaikan apresiasi besar terhadap peran GGGI sebagai penerang harapan dalam menghadapi krisis iklim global. “GGGI ini seperti lentera di tengah kegelapan, yang menerangi jalan menuju masa depan yang berkelanjutan,” ujarnya, menekankan pentingnya keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, kesejahteraan dan perlindungan lingkungan.
Ibas juga mencermati krisis iklim yang terjadi di seluruh dunia, dengan menyoroti dampak bencana alam yang mengkhawatirkan di Indonesia dan Korea Selatan. “Indonesia telah dilanda berbagai bencana alam, dan kami sangat berduka atas kehilangan jiwa yang terjadi di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatera Utara,” katanya, sambil menunjukkan bahwa bencana-bencana ini adalah dampak langsung dari perubahan iklim. “Kami juga mengetahui bahwa Korea Selatan menghadapi cuaca ekstrem serupa, dengan musim dingin yang sangat dingin hingga -30°C dan musim panas yang lebih panas dibandingkan Jakarta.”
Ibas, Wakil Ketua MPR RI juga mengenang visi Presiden RI Ke-6 SBY yang telah meletakkan dasar-dasar komitmen Indonesia terhadap keberlanjutan lingkungan. “Presiden Yudhoyono menekankan pentingnya kepemimpinan yang tidak hanya datang dari Indonesia, tetapi juga dari Korea Selatan dan seluruh dunia. Saatnya para pemimpin bersatu dalam kebijaksanaan dan visi untuk mengatasi perubahan iklim,” ujarnya.
Dalam pernyataannya, Dr. EBY Wakil Ketua MPR RI juga menyerukan untuk terus bekerja sama di tingkat internasional dan menekankan pentingnya peran GGGI dalam membangun masa depan yang berkelanjutan. “Strategi empat jalur pro-pertumbuhan berkeadilan, pro-lapangan kerja, pro-pengentasan kemiskinan, dan pro-lingkungan hidup tetap menjadi bagian penting dari agenda pembangunan Indonesia. Kita harus terus melindungi lingkungan sambil mendorong pertumbuhan ekonomi untuk generasi mendatang,” katanya.
Kami juga menggarisbawahi inisiatif Indonesia dibawah administrasi Presiden Prabowo yang baru-baru ini diluncurkan, termasuk kebijakan perdagangan karbon, program energi terbarukan, dan investasi infrastruktur hijau, yang sangat penting untuk mencapai tujuan keberlanjutan jangka panjang. “Kami mendorong sektor swasta untuk berinvestasi dalam proyek-proyek hijau, biru dan kebijakan yang tidak hanya menanam pohon, tetapi juga menciptakan lingkungan yang berkelanjutan untuk generasi mendatang,” tambahnya.
Selain itu, Ibas, lulusan S3 IPB university menekankan pentingnya kerja sama global dalam mempercepat inisiatif energi bersih, terutama dengan meningkatnya harga minyak global dan meningkatnya momentum transisi menuju kendaraan listrik (EV). “Waktunya bertindak adalah sekarang,” ujarnya, mengutip pepatah lama, “Waktu terbaik untuk menanam pohon adalah 20 tahun yang lalu. Waktu terbaik berikutnya adalah hari ini.”
Ibas, yang juga lulusan S1 Curtin University bidang Finance and Ecommerce mengakhiri pidatonya dengan komitmen kuat untuk mendukung misi GGGI dalam mempercepat pertumbuhan hijau di seluruh dunia. Ibas lulusa S2 NTU jurusan International Political Economy juga menekankan pentingnya kemitraan bilateral, multilateral dan tanggung jawab bersama untuk melindungi planet ini demi generasi masa depan. “Ini bukan hanya tentang bagaimana kita hidup hari ini, tetapi bagaimana kita memastikan bahwa generasi mendatang mewarisi dunia yang berkelanjutan,” tegasnya.
Tantangan Global dan Kebersamaan dalam Aksi:
Wakil Ketua MPR RI juga menekankan pentingnya aksi bersama dari para pemimpin dunia untuk menghadapi perubahan iklim. “Kita membutuhkan aksi global yang bersatu, dan kebijaksanaan dari para pemimpin dunia untuk mengatasi tantangan yang ada. Kepemimpinan bersama, dengan visi dan komitmen yang jelas, sangat diperlukan untuk mewujudkan dunia yang lebih hijau dan lebih sejahtera,” ujar beliau.
“Dunia hijau memberikan kesempatan untuk menciptakan keadilan dan kesejahteraan bagi rakyat dunia. Sebaliknya, dunia yang semakin panas akibat perubahan iklim dan konflik akan merugikan semua pihak,” tambahnya.
Solusi Praktis untuk Indonesia:
Dalam sambutannya, Wakil Ketua MPR RI juga memaparkan beberapa inisiatif Indonesia dalam menangani isu-isu lingkungan. Salah satunya adalah program “waste-to-energy” yang sedang digalakkan di Indonesia, sebagai salah satu solusi untuk mengurangi sampah dan mengubahnya menjadi energi yang berguna. “Program waste-to-energy di Indonesia merupakan langkah konkret untuk menjaga keramahan lingkungan dan mengurangi dampak negatif sampah terhadap alam,” jelasnya.
Peran Generasi Muda dalam Pembangunan Berkelanjutan:
Pentingnya melibatkan generasi muda dalam menjaga keberlanjutan planet ini juga menjadi sorotan dalam pidato tersebut. “Kami perlu mempersiapkan generasi muda dengan pemahaman dan pendidikan yang tepat mengenai masa depan dunia. Mereka bukan hanya penerus, tetapi juga bagian dari solusi. Aksi nyata dari generasi muda sangat diperlukan untuk menjawab tantangan zaman ini,” ujar Ibas.
Apresiasi untuk GGGI:
Wakil Ketua MPR RI mengakhiri sambutannya dengan memberikan apresiasi tinggi terhadap kontribusi GGGI dalam memperjuangkan keberlanjutan global. “Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada GGGI atas komitmen dan pemikiran mendalam mereka dalam memberikan pengaruh positif terhadap isu-isu lingkungan dan generasi masa depan. GGGI adalah lembaga yang tak hanya memberikan ide, tetapi juga mendorong perubahan nyata di seluruh dunia,” tutup beliau.
Dari pihak GGGI, Executive Director Sanghyup Kim menegaskan bahwa pertumbuhan hijau bukan hanya tentang aksi iklim, tetapi juga peluang ekonomi baru yang mampu menciptakan lapangan kerja dan industri berkelanjutan. Ia menyampaikan bahwa investasi global di sektor energi hijau telah mencapai triliunan dolar dan berkontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi dunia. Sementara itu, Malle Fofana menyoroti peran GGGI sebagai mitra strategis bagi negara anggota, termasuk Indonesia, dalam mendorong kebijakan dan diplomasi iklim yang terintegrasi dengan sektor swasta. Ia juga menegaskan bahwa Indonesia menjadi salah satu program terbesar GGGI, yang bahkan menjadi rujukan bagi negara lain.
Senada dengan itu, Hakseok Ryu menjelaskan bahwa GGGI telah menjangkau hampir setengah wilayah Indonesia melalui berbagai program strategis, mencakup sektor energi terbarukan, kota hijau, rehabilitasi lingkungan pesisir dan mangrove, hingga pembiayaan iklim dan investasi berkelanjutan. Kolaborasi ini dinilai sebagai contoh nyata bagaimana kemitraan internasional dapat memberikan dampak langsung bagi pembangunan nasional sekaligus menjadi model global.
Rowan Fraser, selaku perwakilan Global Green Growth Institute di Indonesia, menegaskan bahwa fokus kerja GGGI mencakup empat sektor utama, yaitu energi (termasuk energi terbarukan, efisiensi energi, hidrogen, dan bioenergi), pengembangan kota dan industri hijau, pengelolaan darat dan laut seperti rehabilitasi mangrove dan ekonomi pesisir, serta pembiayaan dan investasi hijau termasuk pasar karbon dan pembiayaan iklim. Seluruh upaya ini diselaraskan dengan rencana pembangunan nasional Indonesia, dan dalam beberapa tahun ke depan GGGI menargetkan mobilisasi pendanaan sebesar US$2 miliar untuk mendukung transisi hijau melalui kolaborasi erat dengan pemerintah dan sektor swasta guna memastikan aliran investasi berkelanjutan ke dalam negeri.
Turut mendampingi Ibas dalam kunjungan ini sejumlah Anggota Fraksi Partai Demokrat dari berbagai komisi di DPR RI, yakni H. Anton Sukartono Suratto, M.Si. (Komisi I), Rinto Subekti, S.E., M.M. (Komisi XIII), Dina Lorenza, S.IP. (Komisi VII), Dra. Lucy Kurniasari (Komisi IX), Bramantyo Suwondo, M.MIR (Komisi X), Rizki Aulia Rahman Natakusumah (Komisi I), Wastam, S.E., S.H., M.H. (Komisi V), H. Muhammad Lokot Nasution, S.T. (Komisi V), serta Dr. Sartono, S.E., M.M. (Komisi XII).
Sementara itu, dari pihak GGGI, pertemuan dihadiri oleh Sanghyup Kim (Executive Director), Dr. Malle Fofana (Deputy Executive Director and Asia Regional), Hakseok Ryu (Director Partnerships and Governance), Dr. Jason Lee (Deputy Regional Director, Asia), Rowan Fraser (Country Representative, Asia), serta Vidya Fauzianti (Deputy Country Representative, Indonesia). Kehadiran kedua belah pihak ini menegaskan komitmen bersama dalam memperkuat kolaborasi global menuju masa depan yang hijau, inklusif, dan berkelanjutan.





