Home / Politik dan Sejarah / Nakes Dibayar Rp600 Ribu, Marthen Luther Adji Kawal Perbaikan Layanan Dasar di Sikka

Nakes Dibayar Rp600 Ribu, Marthen Luther Adji Kawal Perbaikan Layanan Dasar di Sikka

 

SIKKA,REDAKSI17.COM – Warga Dusun Uwa, Desa Maluriwu, Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur menghadapi keterbatasan layanan dasar. Mulai dari jalan rusak, ketiadaan penahan gelombang hingga minimnya fasilitas kesehatan.

Kekurangan tenaga medis, terutama dokter, menjadi persoalan paling mendesak karena dinilai berdampak langsung pada keselamatan warga. Di sisi lain, kesejahteraan tenaga kesehatan juga jauh dari layak.

Persoalan itu disampaikan warga dalam pertemuan dengan anggota DPRD Kabupaten Sikka dari Partai Perindo Marthen Luther Adji. Dia menegaskan pentingnya mendengar dan melihat langsung kondisi di lapangan.

“Reses itu penting, karena di sinilah kami mendengar langsung keluhan masyarakat. Dalam kondisi ekonomi sulit, suara rakyat tidak boleh diabaikan,” ujarnya, Rabu (29/4/2026).

Marthen juga menyoroti rendahnya honor tenaga kesehatan yang hanya sekitar Rp600 ribu per bulan. “Ini tidak adil. Bagaimana pelayanan bisa maksimal kalau kesejahteraan mereka tidak terpenuhi?” katanya.

Menurutnya, berbagai persoalan di wilayah kepulauan kerap luput dari jangkauan organisasi perangkat daerah (OPD), sehingga membutuhkan dorongan melalui mekanisme pokok-pokok pikiran (Pokir) DPRD.

Keterbatasan anggaran daerah yang hanya sekitar Rp49 miliar untuk masyarakat turut mempersempit ruang penanganan, bahkan berdampak pada belum terbayarnya gaji sejumlah tenaga PPPK.

Sekretaris Fraksi Partai Perindo DPRD Kabupaten Sikka ini menegaskan akan meninjau langsung Puskesmas Palue dan Puskesmas Tuanggeo untuk melihat kondisi layanan kesehatan. Marthen juga memastikan akan mengawal usulan pembangunan jalan dan penahan gelombang.

Selain Dusun Uwa, aspirasi serupa juga dihimpun dari warga Dusun Tetureti dan Dusun Ratumangge. Kondisi ini menunjukkan layanan dasar di wilayah kepulauan Kabupaten Sikka masih belum merata, terutama pada sektor infrastruktur dan kesehatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *