“Pelaku pasar mulai dapat mencerna dan merespons arah kebijakan moneter The Fed dengan lebih baik,” kata dia dalam riset hariannya.
Setelah The Fed menaikkan Federal Funds Rate sebesar 25 basis poin menjadi 3,75%-4,00%, pasar sempat dibayangi kekhawatiran akibat sinyal kebijakan yang dinilai ketat (hawkish) serta pernyataan Ketua The Fed Kevin Warsh terkait tingginya inflasi.
Namun, ketidakpastian tersebut mulai mereda. Nafan menilai pelaku pasar melihat langkah tegas The Fed dapat memperkuat kredibilitas bank sentral dalam mengendalikan inflasi tanpa menekan pertumbuhan ekonomi secara drastis.
“Namun, ketidakpastian tersebut memudar sebab para pelaku pasar menilai tindakan tegas The Fed justru membangun kredibilitas bank sentral dalam mengendalikan inflasi tanpa mengorbankan pertumbuhan ekonomi secara drastis, sehingga mendorong market euphoria,” ujar Nafan.
Untuk perdagangan Jumat, Nafan memproyeksikan IHSG bergerak dengan area support di level 6.371 dan 6.290. Sementara itu, area resistance berada di level 6.566 dan 6.636.
Analis BRI Danareksa Sekuritas Reza Diofanda menilai IHSG secara teknikal masih berada dalam fase konsolidasi.
Kondisi tersebut terjadi setelah IHSG mengalami breakdown dari pola rising wedge dan level Moving Average 20 hari (MA20) di 6.551.
Reza mengatakan, sinyal pembalikan arah atau rebound IHSG juga belum sepenuhnya terbentuk. Menurutnya, IHSG perlu kembali menembus level 6.585 untuk membuka peluang penguatan berikutnya.
“Selama belum mampu reclaim 6.585, IHSG berpotensi kembali menguji 6.390 sebagai support terdekat, dengan 6.220 sebagai support berikutnya. Sebaliknya, jika mampu kembali menembus 6.585, peluang rebound menuju 6.705 terbuka,” kata Reza.





