Beranda / Nasional Dan Internasional / Iran dan Prancis Saling Usir Diplomat

Iran dan Prancis Saling Usir Diplomat

Teheran,REDAKSI17.COM – Kementerian Luar Negeri Iran pada Selasa (18/8/2026), menetapkan dua diplomat Prancis yang bertugas di Kedutaan Besar Prancis di Teheran sebagai persona non grata, sehingga mereka dilarang memasuki Iran.

Keputusan itu diumumkan beberapa hari setelah Kementerian Intelijen Iran menyebut kedua diplomat Prancis menghadiri pertemuan rahasia di Teheran pada Juli. Dalam pertemuan tersebut, mereka bertemu dengan sejumlah tersangka dalam kasus besar terkait infiltrasi dan campur tangan asing.

Dalam pernyataannya, Kementerian Luar Negeri Iran menyebut aktivitas kedua diplomat tersebut melanggar hukum internasional, khususnya Konvensi Wina tentang Hubungan Diplomatik 1961. Demikian seperti dilaporkan kantor berita Iran, IRNA.

Keputusan ini diambil karena pemerintah Prancis dinilai tidak mengambil tindakan untuk menangani perilaku kedua diplomat tersebut maupun memberikan jaminan bahwa tindakan serupa tidak akan terulang, meski dugaan tindakan ilegal mereka telah terungkap beberapa pekan sebelumnya.Tindakan Iran dibalas oleh Prancis.

Prancis pun akan mengusir dua diplomat Iran yang bertugas di wilayahnya. Hal itu disampaikan Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noel Barrot pada Selasa.

“Dua diplomat Iran di Prancis akan diusir dalam beberapa hari mendatang,” kata Barrot melalui platform X.

Ia mengatakan langkah tersebut merupakan konsekuensi atas perlakuan yang tidak dapat ditoleransi terhadap dua diplomat Prancis yang sempat ditahan di Iran bulan lalu atas tuduhan “campur tangan”.

Kementerian Luar Negeri Iran pada Senin mengatakan telah memberi tahu Prancis bahwa kedua diplomat tersebut tidak akan diizinkan kembali ke Iran.

Pada 20 Juli, Barrot mengatakan kedua diplomat tersebut—salah satunya atase kebudayaan—ditahan dan diperiksa selama beberapa jam oleh otoritas Iran pada malam sebelumnya. Menurut Barrot, tindakan itu merupakan “pelanggaran terang-terangan terhadap kekebalan diplomatik”.

Barrot mengatakan kedua diplomat itu mengalami tindakan intimidasi yang sangat serius oleh aparat keamanan Iran. Salah satu dari mereka juga disebut mengalami kekerasan fisik.

“Justru karena Prancis berdiri bersama rakyat Iran serta mendukung para seniman, ilmuwan, dan peneliti mereka, dua diplomat Prancis secara keterlaluan dan sengaja diserang pada 19 Juli,” kata Barrot pada Selasa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *