Beranda / Nasional Dan Internasional / Trump Unggah Peta Selat Hormuz Wilayah Baru AS, Ini Reaksi Iran

Trump Unggah Peta Selat Hormuz Wilayah Baru AS, Ini Reaksi Iran

Presiden AS Donald Trump mengunggah peta Selat Hormuz jadi wilayah baru Amerika. Foto/x A A A

 

WASHINGTON,REDAKSI17.COM – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengunggah gambar di platform Truth Social miliknya yang menampilkan peta Selat Hormuz dengan keterangan “Wilayah Baru AS”. Hal ini tampaknya merupakan pengulangan dari ancamannya pekan lalu untuk menyatakan Selat Hormuz sebagai wilayah AS setelah Iran “menyerah”. Kazem Gharibabadi, Wakil Menteri Luar Negeri Iran untuk urusan hukum dan internasional, menanggapi unggahan gambar Selat Hormuz bertuliskan “Wilayah Baru AS” oleh Presiden AS Donald Trump, dengan mengatakan “delusi” Trump mengenai jalur perairan tersebut akan segera diluruskan.

“Segera, delusi Trump mengenai Selat Hormuz akan diluruskan, atau kami yang akan meluruskan delusi pria yang berdelusi ini,” tulis Gharibabadi.

Trump mengunggah gambar tersebut di Truth Social, yang memperlihatkan peta Selat Hormuz, sebagian wilayah Iran, Teluk, dan Teluk Oman. Mayor Jenderal Mostafa Izadi, wakil komandan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran, mengatakan Selat Hormuz berada di bawah kendali pasukan Iran. “Musuh tidak tahu harus berbuat apa dan berada dalam kondisi tak berdaya,” ujar Izadi.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan tujuan AS dalam perang tersebut adalah memaksa Iran untuk menyerah, namun “kami tidak akan menyerah”

“Amerika kini memohon untuk bernegosiasi dengan kami sesuai dengan syarat-syarat kami,” katanya. Ia menyebutkan nota kesepahaman yang ditandatangani dengan AS memuat “13 ketentuan yang menguntungkan kami dan satu ketentuan yang menguntungkan mereka”, seraya menuduh Israel berupaya keras menyabotase dan mencegah pelaksanaannya. “Kami memenangkan perang, kami juga menang dalam diplomasi, dan kami memaksa musuh untuk menerima syarat-syarat kami,” ujarnya.

Dia menambahkan, kemampuan militer dan kapabilitas Iran di medan tempur-lah yang memberikan kekuatan bagi diplomasi negara itu dalam perundingan tersebut.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *