
KULON PROGO,REDAKSI17.COM – Upaya menjaring dan membina bibit-bibit atlet muda berbakat di Bumi Menoreh terus digencarkan. Sebanyak 521 atlet pencak silat tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) se-Kabupaten Kulon Progo memadati Taman Budaya Kulon Progo, Pengasih, pada Minggu (6/9/2026) untuk berlaga dalam Kejuaraan Pencak Silat Tapak Suci Bupati Cup VII Tahun 2026.
Kejuaraan tahunan yang digelar oleh Pimpinan Daerah Tapak Suci Kulon Progo ini menunjukkan antusiasme yang luar biasa. Jumlah peserta yang hadir jauh melampaui target awal panitia.
Ketua Panitia Pelaksana, Iswanto, mengungkapkan bahwa semula pihak panitia hanya memperkirakan jumlah peserta sekitar 300 anak. Namun, meski sudah dibatasi, jumlah pendaftar justru membludak hingga menembus angka 521 atlet dari berbagai sekolah negeri maupun swasta Muhammadiyah di Kulon Progo.
“Luar biasa hari ini. Dari total 521 peserta, sebanyak 426 atlet bertanding di kategori fighter (tanding), sedangkan 95 atlet lainnya berlaga di kategori seni,” ujar Iswanto di sela-sela acara, Minggu (6/9/2026).
Iswanto menjelaskan, acara yang biasanya digelar pada awal Agustus ini bertujuan untuk melakukan pembinaan serta pengembangan olahraga pencak silat sejak dini. Selain memupuk pengalaman bertanding dan meningkatkan prestasi, kejuaraan ini ditujukan untuk membangun karakter, kedisiplinan, sportivitas, serta mempererat silaturahmi antar-kontingen.
Ia juga menyampaikan apresiasinya kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Kulon Progo, Dikpora Kulon Progo serta KONI Kulon Progo atas dukungan penuh yang diberikan.
“Pesan khusus kami, adik-adik ini diharapkan terus berlatih dan makin mencintai pencak silat. Di sini terbentuk mental dan karakter berkualitas sesuai semboyan kami, dengan iman dan akhlak kami menjadi kuat, tanpa iman dan akhlak kami akan menjadi lemah” tambahnya.
Sementara itu, Bupati Kulon Progo, Agung Setyawan, memberikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Tapak Suci dan seluruh pihak penyelenggara. Menurutnya, pencak silat bukan sekadar ajang tanding, melainkan warisan budaya bangsa yang memiliki nilai luhur untuk membentuk karakter, keberanian, pengendalian diri, serta rasa hormat.

“Penjaringan atlet seperti Bupati Cup VII ini diharapkan dapat menjadi sarana menemukan bibit-bibit atlet pencak silat terbaik dari Kulon Progo. Dari sini, mudah-mudahan lahir atlet muda yang kelak mampu mengharumkan nama Kulon Progo, DIY, bahkan Indonesia di tingkat nasional maupun internasional,” tegas Agung Setyawan.
Bupati juga berpesan kepada seluruh peserta agar tidak hanya berorientasi pada kemenangan, tetapi menjadikan pertandingan ini sebagai ruang belajar, mengasah kepercayaan diri, serta memelihara kerendahan hati.
“Kemenangan yang sesungguhnya adalah ketika kalian mampu memberikan penampilan terbaik, berani menghadapi tantangan, mematuhi aturan, dan menjunjung tinggi sportivitas. Jika menang jangan sombong, jika belum berhasil jangan berkecil hati,” pesan Bupati.
Di akhir sambutannya, Bupati Kulon Progo menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus mendukung pembinaan generasi muda melalui berbagai kegiatan positif, sembari meminta para pelatih dan orang tua untuk terus memberikan pendampingan secara seimbang antara prestasi dan pembentukan karakter anak.
Source: media center


