“Kami berkumpul dalam suasana kekeluargaan untuk menyambut Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus merefleksikan perjalanan koalisi selama hampir dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka,” kata Sugiono dalam keterangan tertulis.
Pertemuan tersebut digelar sehari sebelum Sidang Tahunan MPR 2026 yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 RI. Dalam agenda tersebut, Presiden Prabowo dijadwalkan menyampaikan pidato kenegaraan sekaligus pidato terkait Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027.
Sugiono mengatakan momentum peringatan kemerdekaan perlu dimanfaatkan untuk memperkuat persatuan dan semangat gotong royong. Menurutnya, pembangunan bangsa membutuhkan kerja bersama dari berbagai kekuatan politik.
Ia menilai pemerintahan Prabowo-Gibran masih menghadapi sejumlah persoalan yang telah berlangsung dalam waktu panjang. Karena itu, penyelesaiannya membutuhkan kesinambungan kebijakan serta dukungan dari berbagai elemen.
“Ada masalah yang telah berlangsung selama puluhan tahun. Karena itu, memperbaikinya juga membutuhkan waktu, kesinambungan, dan kerja bersama,” ujar Sugiono.
Sejumlah sekjen partai politik hadir dalam pertemuan tersebut. Mereka antara lain Sekjen Partai Golkar Muhammad Sarmuji, Sekjen PKB Hasanuddin Wahid, Sekjen Partai Demokrat Herman Khaeron, serta Sekjen PAN Eko Hendro Purnomo atau Eko Patrio.
Selain itu, hadir Sekjen PKS Muhammad Kholid, Sekjen NasDem Hermawi Taslim, Sekjen PSI Raja Juli Antoni, dan Sekjen Partai Gelora Mahfudz Sidiq. Sejumlah sekjen partai nonparlemen lainnya juga turut hadir dalam pertemuan tersebut.
Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Garuda, dan Partai Rakyat Adil Makmur turut mengirimkan perwakilan sekjen. Sementara itu, Sekjen PPP menjadi satu-satunya yang tidak hadir karena berhalangan.
Sugiono menegaskan semangat persatuan menjadi salah satu pesan penting dalam momentum HUT ke-81 RI. Menurutnya, kemerdekaan Indonesia dibangun melalui persatuan, pengorbanan, dan gotong royong.
“Menyambut Hari Kemerdekaan, kita perlu mengingat kembali bahwa Indonesia dibangun melalui persatuan, pengorbanan, dan gotong royong,” pungkasnya.





