Jogja Bersinar Dorong Pariwisata Nir Emisi, Pemkot Targetkan 500 Becak Listrik

Umbulharjo,REDAKSI17.COM – Pemerintah Kota Yogyakarta terus memperkuat komitmen mewujudkan pariwisata berkelanjutan melalui pengurangan emisi di sektor transportasi. Hal tersebut ditegaskan dalam Workshop Jogja Bersinar: Berwisata Nir Emisi dalam Mengurangi Pencemaran yang digelar di Ruang Bima Balai Kota Yogyakarta, Jumat (5/6/2026).

Wakil Wali Kota Yogyakarta Wawan Harmawan, mengatakan transisi menuju transportasi ramah lingkungan menjadi langkah strategis dalam mendukung sektor pariwisata yang lebih berkelanjutan sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan perkotaan.

Menurutnya penggunaan kendaraan berbasis listrik kini mulai menjadi pilihan wisatawan maupun masyarakat. Oleh karena itu, Pemkot Yogyakarta mendorong kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk PT PLN dan para pemangku kepentingan lainnya untuk memperbanyak infrastruktur pendukung kendaraan listrik.

“Jogja Bersinar ini merupakan inovasi yang wajib didukung oleh berbagai pihak. Upaya mewujudkan berwisata nir emisi menjadi strategi untuk menciptakan nilai tambah bagi industri pariwisata Yogyakarta,” ujar Wawan.

Workshop Jogja Bersinar: Berwisata Nir Emisi dalam Mengurangi Pencemaran.

Ia menyambut baik inisiatif yang mempertemukan pelaku industri pariwisata, produsen kendaraan listrik, pemerintah, BUMN hingga komunitas dalam satu forum kolaboratif. Menurutnya hal tersebut menunjukkan semangat gotong royong yang menjadi karakter Kota Yogyakarta.

“Dunia usaha dan swasta perlu berperan aktif memperkuat ekosistem kendaraan listrik, termasuk pengembangan infrastruktur pengisian daya dan integrasi layanan digital. Kami berharap PLN dapat bermitra dengan para pelaku usaha untuk memperluas pembangunan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU),” katanya.

Selain mendorong kendaraan listrik untuk sektor wisata, Pemkot Yogyakarta juga tengah mengembangkan program konversi becak motor (bentor) menjadi kendaraan listrik.

Wawan mengungkapkan Pemkot menargetkan 500 unit bentor listrik dapat terealisasi pada tahun ini melalui program konversi kendaraan yang sudah ada.

“Bukan menambah jumlah kendaraan baru, tapi melakukan konversi dari bentor menjadi becak listrik sehingga lebih ramah lingkungan dan tidak menghasilkan polusi,” jelasnya.

Ia mengakui tantangan pengembangan kendaraan listrik masih berkaitan dengan ketersediaan infrastruktur pengisian daya. Karena itu, perlu percepatan pembangunan SPKLU agar masyarakat semakin yakin beralih menggunakan kendaraan listrik.

Wakil Wali Kota Yogyakarta Wawan Harmawan.

Sementara itu, Manajer Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan PLN Yogyakarta-Wonosari Agung Pratomo, menyampaikan infrastruktur kendaraan listrik di Daerah Istimewa Yogyakarta terus berkembang.

“Saat ini terdapat 21 unit SPKLU milik PLN yang tersebar di DIY. Selain itu, terdapat 73 unit SPKLU yang dikelola pihak non-PLN. Khusus di Kota Yogyakarta, PLN telah mengoperasikan sembilan unit SPKLU untuk mendukung kebutuhan pengguna kendaraan listrik,” terangnya.

Melalui program Jogja Bersinar, para pemangku kepentingan berupaya membangun komitmen awal penggunaan kendaraan listrik di sektor pariwisata sekaligus memperkuat kolaborasi antara pemerintah, BUMN, industri, dan komunitas. Inisiatif ini diharapkan menjadikan Yogyakarta sebagai kota wisata rendah emisi yang tetap berpijak pada karakter lokal dan dapat direplikasi daerah lain. (Jul)