Beranda / Daerah / Kekuatan Ekonomi Juga Ditentukan Kebermanfaatan Potensi

Kekuatan Ekonomi Juga Ditentukan Kebermanfaatan Potensi

Yogyakarta,REDAKSI17.COM – Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X mewakili Gubernur DIY mengapresiasi Bank Indonesia beserta seluruh elemen, atas terlaksananya Grebeg UMKM di DIY. Mengangkat tema ‘Nyawiji: UMKM Mukti, Ekonomi Mumpuni’, kegiatan ini dapat mendukung pertumbuhan ekonomi DIY.

“Tema acara ini sejatinya adalah penegasan sekaligus pengingat, bahwa kekuatan ekonomi, tidak semata ditentukan oleh besarnya potensi yang dimiliki. Kekuatan ekonomi juga ditentukan oleh kemampuan untuk menyambungkan berbagai potensi tersebut menjadi manfaat bersama,” ungkap Sri Paduka saat membacakan sambutan Gubernur DIY.

Dalam pembukaan Grebeg UMKM dan Djamuan Istimewa Tahun 2026 di Jogja City Mall pada Jumat (05/06), Sri Paduka mengatakan, berdasarkan data BPS DIY, perekonomian DIY tumbuh sebesar 5,84% (yoy) pada triwulan I tahun 2026. Capaian ini menempatkan DIY pada posisi ketiga tertinggi di Pulau Jawa.

“Hal ini juga mencerminkan ketahanan serta daya saing perekonomian DIY yang terus menguat di tengah dinamika global yang penuh tantangan. Karenanya, besar harapan kami kegiatan ini dapat menjadi ruang yang memperluas peluang, mempertemukan berbagai gagasan, serta membuka jalan bagi lahirnya kerja sama yang berkelanjutan,” papar Sri Paduka.

Sri Paduka pun menegaskan, ke depan, koordinasi lintas lembaga yang telah terjalin erat ini perlu terus diperkuat dan diperluas. Tata kelola pemerintahan yang akuntabel, partisipatif, dan kolaboratif adalah kunci untuk menciptakan ekosistem pembangunan daerah yang produktif, inklusif, dan berkelanjutan.

“Mari kita maknai agenda ini sebagai salah satu bentuk investasi jangka panjang. Upaya untuk membangun ekonomi yang tidak hanya tumbuh, tetapi juga memiliki daya tahan dan arah,” imbuh Sri Paduka.

Dalam kesempatan yang sama, Deputi Gubernur Bank Indonesia, Ricky P. Ghozaliesia mengatakan, UMKM telah menjadi pelaku utama ekonomi rakyat dan sumber lahirnya produk-produk unggulan. Produk yang dihasilkan oleh UMKM DIY pun tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga membawa cerita, budaya, dan kreativitas serta identitas dari daerahnya.

“Dan acara ini menjadi bukti telah satu dasawarsa perjalanan kita dalam mendukung UMKM DIY agar semakin produktif, adaptif, digital, dan berdaya saing. Dan tahun ini kami hadir kembali, bersinergi dengan Djamuan Istimewa mendukung pengembangan UMKM dan digitalisasi sistem pembayaran,” paparnya.

Ricky menuturkan, pada tahun 2026 ini, perekonomian DIY menunjukkan kinerja yang positif. Tak hanya pertumbuhan ekonomi, inflasinya pun terkendali. Hal ini tentu tidak lepas dari komitmen pengendalian inflasi.

Ricky pun mengatakan, secara nasional, UMKM berperan sebagai tulang punggung perekonomian Indonesia. Tidak hanya memberikan kontribusi lebih dari 60% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional, serta menyerap hampir 97% tenaga kerja, dengan 64 juta unit usaha.

“Bank Indonesia juga mendorong pengembangan ekonomi inklusif, termasuk UMKM di DIY, melalui peningkatan kualitas dan standarisasi UMKM. Penguatan konektivitas dengan ekosistem digital, serta promosi UMKM dalam ekosistem pariwisata dan ekonomi kreatif juga terus dilakukan,” paparnya.

Acara ini dihadiri pula oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia DIY, Sri Darmadi Sudibyo; Wakil Ketua Dekranasda DIY, GKBRAyA Paku Alam; Direktur Utama BPD DIY, Santoso Rohmad; serta para tamu undangan lainnya. Acara ini pun diikuti 260 UMKM.

HUMAS DIY

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *