Jakarta,REDAKSI17.COM – Faturohman (18), siswa Madrasah Aliyah (MA) asal Pejompongan, Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, menceritakan kejadian yang dialaminya saat kericuhan pada Kamis (27/8/2026) malam. Dilansir dari Kompas.
Fatur mengatakan, sekitar pukul 23.00 WIB, sejumlah orang tak dikenal masuk ke gang rumahnya yang berada di pinggir Jalan Pejompongan Raya. Ia mengaku didorong hingga jatuh, kemudian ditarik dan diseret keluar gang.
Menurut Fatur, orang-orang tersebut mengaku sebagai “intel dari DPR”. Meski sudah menjelaskan bahwa dirinya merupakan warga setempat, ia mengaku tetap dibawa keluar menuju Jalan Pejompongan Raya.
Di sana, Fatur mengaku dipukuli. Ia kemudian sempat dipisahkan oleh tim medis, tetapi kembali ditarik dan diseret hingga dibawa ke kawasan Gedung DPR RI, Senayan.
Dari kawasan DPR, Fatur mengatakan dirinya kemudian dibawa ke Polda Metro Jaya.
Fatur juga mengaku mengalami intimidasi dan pemaksaan untuk mengakui dirinya sebagai provokator kerusuhan. Ia menyebut mengalami kekerasan di bagian dada, punggung, dan kepala, serta mengaku dipukul menggunakan tangan kosong, pisau, dan benda yang menyerupai penggaris.
Fatur akhirnya dipulangkan dan tiba di rumah pada Jumat (28/8/2026) siang. Ia tampak mengalami luka dan lebam di wajah, dengan perban di pelipis mata kiri serta bagian belakang kepala.





