Danurejan,REDAKSI17COM-Kinerja pembangunan di Kota Yogyakarta hingga Triwulan I Tahun 2026 menunjukkan capaian yang cukup positif di sejumlah indikator, meski masih dihadapkan pada tantangan di sektor pengangguran dan ketimpangan.

Hal tersebut dikatakan Sekda DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti pada paparannya dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Pembangunan Daerah (Rakordal) DIY triwulan I tahun 2026 di Gedhong Pracimasana.

Ia mengatakan pertumbuhan ekonomi Kota Yogyakarta mampu melampauai target yakni 5,72 persen dengan rentang target 5,41–5,71 persen. Capaian ini menunjukkan aktivitas ekonomi di wilayah perkotaan tetap stabil dan didukung sektor jasa, perdagangan, serta pariwisata.

Dari sisi kesejahteraan, tingkat kemiskinan di Kota Yogyakarta berada di kisaran 9,39–9,67 persen. Angka ini relatif lebih rendah dibanding beberapa kabupaten lain, namun tetap menjadi perhatian karena masih mendekati dua digit.

Di sisi kualitas sumber daya manusia, Kota Yogyakarta mencatatkan capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang sangat tinggi, yakni sekitar 89,53, melampaui target yang ditetapkan. Hal ini menegaskan posisi Kota Yogyakarta sebagai pusat pendidikan dengan kualitas SDM yang unggul.

Dari aspek pelaksanaan program, realisasi Dana Keistimewaan di Kota Yogyakarta hingga Triwulan I 2026 menjadi yang tertinggi di DIY, dengan capaian fisik sebesar 14,11 persen dan realisasi keuangan sebesar 9,63 persen. Capaian ini menunjukkan akselerasi pelaksanaan program di tingkat kota berjalan cukup baik dibanding wilayah lain.

Meski demikian, masih terdapat sejumlah tantangan yang perlu segera diatasi, seperti tingginya pengangguran, ketimpangan pendapatan, serta berbagai aduan masyarakat terkait pengelolaan sampah, ketertiban umum, dan infrastruktur pendukung.

Ia berharap agar Pemerintah Kota Yogyakarta dapat terus mendorong kebijakan yang berfokus pada penciptaan lapangan kerja, penguatan ekonomi inklusif, serta peningkatan kualitas layanan publik guna menjaga stabilitas pembangunan dan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Gubernur DIY, Sri Sultan Hameng Kubuwono X saat menyerahkan raport kinerja kepada seluruh kepala daerah se DIY.

Pentingnya Investasi yang Berkelanjutan

Acara ini dibuka oleh Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X. Dalam sambutannya Ngarsa Dalem menekankan pentingnya mendorong investasi yang berkelanjutan, khususnya di kawasan selatan DIY yang dinilai memiliki potensi besar namun masih menghadapi berbagai tantangan pembangunan.

Pihaknya mengakui masih terjadi ketimpangan distribusi investasi antarwilayah. Kabupaten Sleman dan Kota Yogyakarta masih menjadi pusat investasi karena didukung infrastruktur dan sektor jasa yang berkembang, sementara Gunungkidul mencatat realisasi terendah.

“Kondisi ini harus menjadi perhatian bersama agar pembangunan ekonomi dapat lebih merata di seluruh wilayah DIY,” tegasnya.

Menutup sambutannya, ia mengajak seluruh pemangku kepentingan baik di Kota dan Kabupaten untuk menjaga keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian lingkungan.

“Investasi tidak boleh hanya berorientasi pada pertumbuhan jangka pendek, tetapi harus memastikan keberlanjutan bagi generasi mendatang,” pungkasnya.

Menanggapi capaian tersebut, Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, menyampaikan apresiasi atas kinerja seluruh jajaran pemerintah daerah serta dukungan masyarakat.

Hasto menambahkan, meski sejumlah indikator menunjukkan hasil yang menggembirakan, Pemerintah Kota Yogyakarta tidak akan berpuas diri.

Lebih lanjut, Hasto juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta dalam menjaga keberlanjutan pembangunan di Kota Yogyakarta.

“Sinergi semua pihak menjadi kunci agar capaian ini tidak hanya bertahan, tetapi juga bisa meningkat di triwulan berikutnya,” pungkasnya.

Diakhir acara diserahkan raport kinerja yang diserahkan oleh Gubernur DIY, Sri Sultan Hameng Kubuwono X kepada Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo.