26 April 1997, Hari di mana dunia militer internasional terperangah oleh aksi gila seorang prajurit Kopassus bernama Asmujiono.Berasal dari Indonesia yang tropis dan hanya terlatih di hutan yang panas, ia nekat menantang kemustahilan, menaklukkan puncak Gunung Everest berketinggian 8.848 meter di atas permukaan laut. Lewat misi super-ekstrem ini, Asmujiono resmi mengukir sejarah sebagai manusia pertama dari Asia Tenggara yang berhasil berdiri di atap tertinggi bumi.
Langkah menuju puncak adalah neraka hijau yang membeku. Ia harus bertarung melawan badai salju yang mematikan, suhu ekstrem yang menusuk tulang, hingga “zona kematian” dengan kadar oksigen yang sanggup menghancurkan paru-paru manusia normal.
Namun, bermodal fisik dan mental baja khas komando, Asmujiono terus merangkak naik menembus batas kemampuan manusia. Begitu menapakkan kaki di titik tertinggi bumi, ia melakukan aksi nekat yang bertaruh nyawa. Di tengah tipisnya udara yang membekukan, ia melepas masker oksigennya demi satu tujuan sakral, mengumandangkan takbir dengan lantang dan mengibarkan bendera Merah Putih di puncak dunia.
Aksi berani tanpa batas ini menjadi bukti nyata ketangguhan prajurit Indonesia di mata dunia. Asmujiono berhasil turun dengan selamat, membuktikan bahwa semangat pantang menyerah anak bangsa mampu menundukkan alam paling mematikan di planet ini.





