Beranda / Daerah / KKP Siapkan Program Budidaya Ikan Tematik, 64 Kalurahan di DIY Lolos Verifikasi Awal

KKP Siapkan Program Budidaya Ikan Tematik, 64 Kalurahan di DIY Lolos Verifikasi Awal

Yogyakarta,REDAKSI17.COM – Program budidaya ikan tematik dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) segera menyasar DIY. Sebanyak 64 lokasi di berbagai kalurahan dinyatakan memenuhi kriteria sebagai calon penerima program setelah melalui proses identifikasi dan verifikasi.

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya KKP, Tb. Haeru Rahayu, mengungkapkan hal ini usai diterima Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, Rabu (05/08) di Gedhong Wilis, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta. 2 program strategis ini disampaikan sekaligus untuk mendapatkan dukungan Pemda DIY sebelum tahapan teknis dimulai.

Haeru mengungkapkan, pihaknya sengaja datang lebih dulu untuk “kulonuwun” kepada Pemerintah Daerah DIY sebelum menjalankan program di wilayah tersebut. Menurutnya, dukungan Gubernur menjadi landasan penting agar pembahasan teknis bersama perangkat daerah dapat segera dilakukan.

“Kami ingin melaporkan sekaligus mendapatkan dukungan terkait dua program strategis KKP, satu program budidaya tematik dan satunya KNMP. Karena kami mau masuk ke wilayah DIY, tentu harus kulonuwun dulu kepada tuan rumah. Alhamdulillah beliau sangat mendukung. Selanjutnya teknisnya akan kami diskusikan bersama dinas terkait,” ujar Haeru.

Ia berharap program tersebut tidak berhenti pada pembangunan sarana budidaya semata. Lebih dari itu, keberadaannya diharapkan mampu mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat yang menggantungkan hidup dari sektor perikanan.

Sekda DIY Ni Made Dwi Panti Indrayanti menjelaskan, program budidaya ikan tematik dirancang menyasar tingkat kalurahan. Setiap lokasi akan memanfaatkan lahan sekitar 1.000 meter persegi yang di dalamnya dibangun sejumlah kolam budidaya untuk komoditas seperti lele maupun nila.

“Hasil identifikasi awal menunjukkan ada 64 lokasi yang memenuhi kriteria, meski nanti pembahasan teknisnya masih akan terus dilakukan,” kata Ni Made.

Ni Made menilai tantangan program tidak terletak pada pembangunan kolam, melainkan bagaimana budidaya itu dapat terus berjalan setelah bantuan diberikan. Karena itu, aspek tata kelola hingga ketersediaan benih berkualitas menjadi perhatian yang tidak kalah penting. “Yang penting itu tata kelolanya. Program ini jangan hanya selesai dibangun, tetapi harus berkelanjutan dan berdampak positif bagi masyarakat. Bibit juga menjadi penting karena budidaya sangat bergantung pada kualitas benih,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan DIY Hery Sulistio Hermawan. Ia menjelaskan program budidaya tematik tersebut akan menggunakan sistem mini Recirculating Aquaculture System (mini-RAS), yakni teknologi yang memungkinkan air budidaya digunakan berulang melalui proses penyaringan sehingga lebih hemat air dan sesuai diterapkan di wilayah dengan lahan terbatas.

Menurut Hery, air dari kolam tidak langsung dibuang, tetapi dialirkan menuju sistem filter sebelum dikembalikan lagi ke kolam budidaya. Cara tersebut sudah lama diterapkan pada budidaya ikan di lahan sempit dan terbukti mampu menjaga kualitas air sekaligus meningkatkan produktivitas.

“Air hasil budidaya direcycle. Setelah melewati filter dan kualitas airnya diperbaiki, air dimasukkan kembali ke kolam. Jadi penggunaan air jauh lebih efisien, sementara hasil budidaya diharapkan tetap optimal,” jelasnya.

Hery menambahkan, pembangunan fisik kolam akan dibiayai KKP melalui skema bantuan kepada kalurahan dengan memanfaatkan tanah kas desa. Adapun penyediaan benih, pakan, hingga pendampingan kepada kelompok masyarakat juga menjadi bagian dari dukungan pemerintah pusat.

Dari 82 usulan lokasi yang diajukan di DIY, sebanyak 64 di antaranya lolos proses verifikasi. Sementara itu, komoditas yang diprioritaskan pada tahap awal adalah ikan lele dan nila karena memiliki pasar yang luas, termasuk untuk mendukung kebutuhan rantai pasok Program Makan Bergizi Gratis melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

“Kalau tidak ada perubahan, pembangunan fisik mulai awal September. Setelah itu kami akan mendampingi masyarakat agar bantuan yang diberikan benar-benar dapat dimanfaatkan secara optimal,” tutupnya.

Humas Pemda DIY

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *