Beranda / Hikayat Seni dan Budaya / Lestarikan Tradisi dan Alam, Warga Nglanggeran Gelar Kirab Tumpeng serta Kenduri Memetri Gunung 2026

Lestarikan Tradisi dan Alam, Warga Nglanggeran Gelar Kirab Tumpeng serta Kenduri Memetri Gunung 2026

Gunungkidul,REDAKSI17.COM– Masyarakat Kalurahan Nglanggeran, Kapanewon Patuk, menggelar upacara adat tahunan bertajuk “Kirab Tumpeng dan Kenduri Memetri Gunung Nglanggeran 2026” pada hari Minggu Kliwon, (7/6/2026). Acara yang dipusatkan di area Parkir Wisata Nglanggeran ini menjadi wujud syukur sekaligus upaya pelestarian budaya lokal yang kental dengan semangat gotong royong.

Kegiatan dimulai pada pukul 10.00 WIB dengan agenda pembukaan yang khidmat. Dalam laporannya, Ketua Panitia, Triantta, menyampaikan bahwa acara ini merupakan bagian dari rangkaian tradisi Bersih Desa. Selain Kenduri Gunung yang dilaksanakan pada hari Minggu, rangkaian acara akan dilanjutkan dengan pementasan Tayuban di Kalisong pada Senin siang, dan ditutup dengan acara pengajian (pengaosan) pada Selasa malam.

Triantta juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh warga Nglanggeran dan berbagai pihak yang telah membantu secara materiil maupun tenaga sehingga acara dapat terlaksana dengan lancar. Acara ini turut dihadiri oleh jajaran Forkopimkap Patuk, tim Monev Kalurahan Budaya DIY, Dinas Pariwisata DIY, serta Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkidul.

Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, dalam sambutannya menekankan bahwa Memetri Gunung bukan sekadar seremoni, melainkan memiliki makna mendalam untuk menghargai alam. Bupati menyoroti sesanti (semboyan) yang diangkat dalam acara ini: “Wilujenging Bumi, Makmuring Tani, Rukuning Wargi, Mulyaning Nagari”.

“Sesanti ini menandakan bahwa untuk mencapai kemuliaan negara, kita harus menjaga kerukunan antarwarga dan kelestarian bumi atau alam kita,” ujar Bupati dalam pidatonya. Bupati juga menambahkan bahwa hidangan urap gudhangan yang menyertai tumpeng merupakan simbol semangat ajur ajer atau menyatunya masyarakat dalam kebersamaan.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga mengutip pesan Proklamator Ir. Soekarno mengenai perjuangan yang harus terus berlanjut dengan sifat yang berbeda. Menurutnya, menjaga tradisi Memetri Gunung adalah wujud “perjuangan” di zaman merdeka untuk menjaga warisan leluhur agar tidak tergerus zaman.

Pemerintah Kabupaten Gunungkidul berharap melalui kegiatan ini, sektor pertanian warga semakin melimpah, pariwisata Nglanggeran semakin dikenal luas (kuncara), dan masyarakat tetap hidup rukun serta sejahtera. Acara diakhiri dengan prosesi kenduri sebagai puncak doa bersama memohon keselamatan dan keberkahan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *