
KulonProgo,REDAKSI17.COM – Suara sabetan wayang dan alunan gamelan menyemarakkan Auditorium Taman Budaya Kulon Progo (TBK) pada Minggu 10 Mei 2026. Hal ini karena 24 dalang muda berbakat dari berbagai wilayah Kulon Progo saling berlomba menunjukkan kemampuannya dalam ajang Festival Dhalang Anak & Remaja 2026.
Mengusung tema “Mengukir Prestasi Menjunjung Tradisi”, festival ini diikuti oleh 12 dhalang cilik dan 12 dhalang remaja dari 12 kapanewon.
Kepala Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kabupaten Kulon Progo, Joko Mursito, mengatakan, Festival dalang tersebut adalah langkah nyata untuk melestarikan warisan budaya pedalangan.
“Tujuannya memberikan apresiasi seni sekaligus media pengembangan potensi bagi anak-anak dan remaja, khususnya dalam bidang seni pedalangan,” ujarnya.
Bupati Kulon Progo, R. Agung Setyawan, menuturkan, seni wayang merupakan ruang penting bagi pembentukan karakter. Melalui seni ini, generasi muda belajar mengenai disiplin, ketekunan, serta nilai-nilai luhur kehidupan.
Salah satu peserta kategori remaja asal Kapanewon Wates, Gading Brahmayuda, menjadi bukti nyata tumbuhnya minat generasi muda. Putra dalang Ki Wisnu Hadi Sugito ini mengaku telah menekuni dunia wayang sejak usia dini.
“Dari kecil, sejak masih TK, saya memang sudah suka wayang karena bapak juga dhalang,” ungkapnya.
Dalam ajang ini, dewan juri melakukan penilaian mendalam pada lima aspek utama: Sabet (vokal), Catur (lagu dan sulukan), Sanggit (kreativitas cerita), Iringan, dan Penyajian. Kepada pemenang, disediakan hadiah menarik seperti uang pembinaan.
Festival yang didukung Dana Keistimewaan DIY TA 2026 memang diproyeksikan sebagai ajang seleksi tingkat kabupaten. Para pemenang, akan mewakili Kulon Progo maju ke perlombaan serupa di tingkat Provinsi DIY.


