Beranda / Ekonomi dan Bisnis / Pabrik Rokok Raksasa Ini Mau PHK 9.000 Pekerja di Seluruh Dunia

Pabrik Rokok Raksasa Ini Mau PHK 9.000 Pekerja di Seluruh Dunia

Foto: Ilustrasi PHK (Tim Infografis: Zaki Alfarabi)

Jakarta,REDAKSI17.COM – Raksasa tembakau asal Inggris, British American Tobacco (BAT), melakukan efisiensi terhadap 9.000 karyawan atau hampir 20% dari seluruh tenaga kerjanya di seluruh dunia. Langkah ini dilakukan seiring pelemahan permintaan rokok konvensional di pasar global hingga upaya transformasi bisnis berbasis kecerdasan buatan (AI).
Melansir BBC, Selasa (30/6/2026), saat ini BAT tercatat mempekerjakan sekitar 47.000 karyawan di seluruh dunia. Efisiensi kali ini rencananya akan mencakup pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 5.500 karyawan serta pengalihan sekitar 3.500 pekerjaan ke pihak ketiga alias digantikan outsourcing.

Meski begitu, BAT tidak menyebutkan di negara atau posisi mana pengurangan tersebut akan banyak dilakukan, hanya memberi tanda jika lini bisnis di AS tidak terpengaruh. Namun yang pasti, hasil dari efisiensi ini perusahaan diperkirakan dapat menghemat sekitar 600 juta poundsterling atau Rp 14,21 triliun (kurs Rp 23.688/ponds Inggris) per tahun pada 2028.

“Perubahan ini memengaruhi banyak kolega kami, dan kami fokus untuk mendukung mereka melalui transisi ini dengan penuh perhatian dan rasa hormat, seiring kami memposisikan bisnis untuk masa depan,” kata CEO BAT, Tadeu Marroco, sembari menambahkan bahwa pemangkasan tersebut akan membuat perusahaan lebih gesit, disiplin dalam hal biaya, dan didukung oleh teknologi.

Untuk diketahui, sebelumnya pada awal 2026 ini perusahaan yang memproduksi rokok Lucky Strike dan Dunhill ini sempat mengatakan mereka berencana melakukan penghematan untuk menjadikannya lebih digital dan berfokus pada AI. Hal ini dilakukan perusahaan di tengah penyusutan penjualan produk rokok tradisional.

Pelemahan penjualan ini terjadi karena para perokok atau konsumen semakin beralih ke vape dan kantong nikotin. Dalam hal ini BAT juga sudah mengalihkan fokusnya ke alternatif merokok seperti vape Vuse dan kantong nikotin Velo untuk mendorong pertumbuhan, tetapi penjualan dan margin keuntungannya lesu dalam beberapa tahun terakhir.

Selain itu, penjualan perusahaan di AS yang adalah pasar terbesarnya juga terpukul oleh penurunan biaya hidup yang membuat para perokok beralih ke merek yang lebih murah. BAT juga menghadapi kenaikan bea masuk dan peraturan yang lebih ketat di beberapa pasar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *