Teheran,REDAKSI17.COM – Pejabat keamanan senior Iran mengatakan Iran belum memutuskan apakah akan menarik diri dari Perjanjian Non-Proliferasi Senjata Nuklir (NPT), menambahkan bahwa setiap keputusan mengenai masalah itu bergantung pada sikap Washington, sebagaimana warta Xinhua pada Minggu (20/9).

Dalam sebuah wawancara dengan Al Jazeera, stasiun televisi Qatar, yang dipublikasikan pada Sabtu (19/9), Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Mohsen Rezaei mengatakan bahwa negaranya masih berkomitmen pada fatwa keagamaan yang dikeluarkan oleh mendiang pemimpin tertinggi Iran Ali Khamenei, yang melarang pengembangan senjata atom.

“Namun, kami tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depan,” ujarnya, sambil menekankan bahwa merupakan kepentingan Washington untuk menerima syarat-syarat Iran guna mengakhiri perang, yang mencakup penghentian permusuhan di semua front, pencairan aset Iran yang dibekukan, dan pencabutan blokade maritim anti-Iran.

Dia menambahkan bahwa konsultasi dengan para mediator dari Qatar dan Pakistan terus berlanjut, dan Iran telah menyampaikan syarat-syaratnya untuk bernegosiasi dengan Amerika Serikat (AS) kepada mereka.

Pada 28 Februari, Israel dan AS melancarkan serangan gabungan terhadap Teheran dan sejumlah kota lain di Iran. Iran merespons dengan gelombang serangan rudal dan drone yang menargetkan Israel serta pangkalan dan aset AS di kawasan tersebut, sekaligus memperketat kendalinya atas Selat Hormuz.

Pada 18 Juni, AS dan Iran menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk mengakhiri perang di semua front di kawasan tersebut. Berdasarkan MoU tersebut, kedua belah pihak dijadwalkan melakukan perundingan dalam jangka waktu 60 hari, yang berakhir pada 17 Agustus, guna mencapai kesepakatan final. Namun, nasib perundingan tersebut masih belum jelas menyusul serangkaian eskalasi antara kedua negara baru-baru ini.