
Umbulharjo,REDAKSI17.COM-Sebanyak lima sekolah jenjang SMP di Kota Yogyakarta berhasil melaju ke babak final Lomba Cerdas Cermat Keselamatan dan Ketertiban Lalu Lintas Tingkat SMP se-Kota Yogyakarta Tahun 2026.
Kelima sekolah tersebut yakni SMP Budya Wacana Yogyakarta, SMP Negeri 6 Yogyakarta, SMP Kristen Kalam Kudus Yogyakarta, SMP Negeri 5 Yogyakarta, dan SMPIT Abu Bakar Yogyakarta.
Babak final lomba tersebut digelar di Ruang Bima, Kompleks Balai Kota Yogyakarta, Kamis (10/9/2026). Kegiatan ini dibuka langsung oleh Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan.
Wawan menyampaikan bahwa kegiatan cerdas cermat keselamatan dan ketertiban lalu lintas tidak hanya ditujukan untuk mencari peserta dengan nilai terbaik.
“Lebih dari itu, lomba tersebut menjadi sarana edukasi untuk menanamkan kesadaran keselamatan berlalu lintas kepada para pelajar sejak dini,” bebernya.
Menurutnya, pengetahuan yang diperoleh peserta selama mengikuti perlombaan harus dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, khususnya ketika berada di jalan raya. Para pelajar tidak cukup hanya mengetahui rambu-rambu atau memahami aturan lalu lintas, tetapi juga harus mampu menjadikan keselamatan dan ketertiban sebagai kebiasaan.
“Tujuan kegiatan ini sebenarnya jauh lebih besar daripada sekadar mencari siapa yang memperoleh nilai paling tinggi. Yang kita inginkan adalah agar apa yang dipelajari selama perlombaan ini benar-benar menjadi kebiasaan ketika berada di jalan,” ungkapnya.
Pihaknyapun mendorong para peserta agar setelah mengikuti lomba dapat menjadi contoh bagi teman-temannya di sekolah maupun lingkungan sekitar.
Jadi, selesai lomba jangan selesai pula ilmunya. Ketika kembali ke sekolah, jadilah contoh bagi teman-teman,” demikian pesan dalam sambutan tersebut.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta, Agus Arif Nugroho, mengatakan lomba tersebut sebelumnya diikuti oleh 30 regu dari berbagai SMP di Kota Yogyakarta. Masing-masing regu terdiri atas tiga pelajar.
Setelah melalui tahapan perlombaan dan penilaian, lima regu dengan nilai terbaik kemudian berhak melanjutkan perjuangan ke babak final.
Kelima finalis tersebut selanjutnya bersaing untuk menjadi yang terbaik dalam kompetisi yang menguji pengetahuan sekaligus kemampuan peserta dalam memahami keselamatan dan ketertiban berlalu lintas.
“Pada babak final, para peserta tidak hanya menghadapi pertanyaan pengetahuan mengenai lalu lintas. Mereka juga diuji melalui berbagai jenis soal, mulai dari soal wajib, soal lemparan, soal praktik, hingga soal rebutan,” bebernya.
Format perlombaan tersebut menuntut peserta untuk memiliki pengetahuan, kecepatan berpikir, kemampuan bekerja sama, keberanian mengambil keputusan, serta tetap menjunjung tinggi sportivitas.
Agus menjelaskan, materi yang menjadi bagian dalam lomba tidak hanya berkaitan dengan hafalan rambu-rambu lalu lintas. Para pelajar juga mendapatkan pengetahuan mengenai keselamatan dan ketertiban lalu lintas, etika berlalu lintas, sarana dan prasarana lalu lintas, aturan dalam Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, hingga pertolongan pertama pada kecelakaan.
Menurut Agus, seluruh materi tersebut diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif kepada para pelajar mengenai pentingnya keselamatan di jalan. Sebab, keselamatan berlalu lintas tidak cukup hanya dengan mengetahui mana yang boleh dan mana yang dilarang.
Untuk para pemenang nantinya akan mendapat uang pembinaan, throphy, dan sertifikat. Juara pertama akan mendapatkan uang pembinaan sebesar Rp5 juta, juara kedua Rp4,5 juta, juara ketiga Rp4 juta, juara harapan pertama Rp3,5 juta, dan juara harapan kedua sebesar Rp3 juta.
Melalui lomba ini ia berharap semakin banyak pelajar yang memiliki pemahaman sekaligus kesadaran untuk menerapkan keselamatan berlalu lintas dalam kehidupan sehari-hari.
“Dengan lahirnya pelajar-pelajar pelopor keselamatan lalu lintas di setiap sekolah, edukasi mengenai tertib berlalu lintas diharapkan dapat menyebar lebih luas dan ikut mendorong terciptanya budaya berkendara yang aman, tertib, disiplin, dan beretika di Kota Yogyakarta,” ungkapnya.
SMP Budya Wacana Berhasil Keluar Sebagai Juara Pertama
Dari lomba ini,SMP Budya Wacana Yogyakarta berhasil keluar sebagai juara pertama, disusul SMP Negeri 5 Yogyakarta sebagai juara kedua. Sementara itu, SMPIT Abu Bakar Yogyakarta meraih juara ketiga.
Untuk kategori juara harapan, SMP Negeri 6 Yogyakarta berhasil menempati posisi juara harapan pertama, sedangkan SMP Kalam Kudus Yogyakarta meraih juara harapan kedua.
Penyerahan penghargaan kepada para pemenang diberikan secara langsung oleh Sekretaris Daerah Kota Yogyakarta, Budi Santosa Asrori.


