
GONDOMANAN,REDAKSI17.COM – Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Perdagangan terus melakukan pemantauan harga dan ketersediaan kebutuhan pokok di pasar rakyat. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan pasokan bahan pangan tetap tersedia bagi masyarakat.
Usai pemantauan di Pasar Lempuyangan, Kamis (10/9) tersebut juga dibersamai Kementerian Koordinator Bidang Pangan bersama Dinas Perdagangan Kota Yogyakarta, Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta.
Dalam kegiatan monitoring dan evaluasi, sejumlah komoditas bahan pokok menjadi perhatian, mulai dari beras, telur, cabai, bawang merah, bawang putih, minyak goreng, ayam hingga daging sapi.
Kepala Bidang Ketersediaan, Pengawasan dan Pengendalian Perdagangan Dinas Perdagangan Kota Yogyakarta, Sri Riswanti mengatakan, pemantauan harga di Kota Yogyakarta dilakukan setiap hari. Hasil pemantauan tersebut kemudian dilaporkan melalui Jogja Smart Service (JSS) dan Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan Pokok (SP2KP).
“Kalau Pemkot memang setiap hari melakukan pemantauan harga. Yang kita laporkan melalui JSS dan SP2KP. Kalau ada monitoring dari pusat, kami siap mendampingi,” ujarnya.
Menurutnya, dalam monitoring bersama Kementerian Koordinator Bidang Pangan, perhatian lebih diberikan terhadap perkembangan harga beras. Hal tersebut lantaran harga sejumlah jenis beras di tingkat pasar rakyat mulai berada di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.
Pihaknya menjelaskan, HET beras medium ditetapkan sebesar Rp12.500 per kilogram, sedangkan beras premium Rp14.900 per kilogram.
Namun, berdasarkan pemantauan di lapangan, harga beras medium di sejumlah titik telah berada di kisaran Rp13.500 hingga Rp14.000 per kilogram. Sementara beras premium juga ditemukan telah berada di atas Rp15.000 per kilogram.
“Yang kita pantau itu beras yang klaimnya premium. Kalau premium batasannya Rp14.900. Di lapangan memang ada yang sudah di atas itu,” jelasnya.
Ia menyebut, kondisi tersebut dipengaruhi oleh pasokan dan produksi beras. Musim tanam yang mengalami kemunduran turut berdampak terhadap waktu panen dan ketersediaan beras di pasaran.
“Langkah yang utama untuk beras memang operasi pasar dari Bulog. Beras medium SPHP dijual di bawah HET untuk pedagang, kemudian pedagang menjual sesuai HET,” ungkapnya.
Selain beras, harga ayam juga menjadi perhatian. Ia mengatakan, harga ayam saat ini telah melampaui Harga Acuan Penjualan (HAP). Sementara harga telur masih relatif stabil di kisaran Rp24.000–Rp25.000 per kilogram dan masih berada di bawah HAP.
Untuk komoditas cabai, Sri Riswatnti menyebut terjadi kenaikan terutama pada cabai merah keriting. Kendati demikian, kenaikan harga komoditas tersebut masih dinilai dalam batas wajar. Ketersediaan bahan pangan di pasar juga masih mencukupi.
Sementara itu, salah satu pedagang sayur di Pasar Beringharjo, Yanti mengatakan, meskipun harga cabai cukup fluktuatif, ketersediaannya masih mencukupi.
Menurutnya, masyarakat juga tidak terlalu mengeluhkan perubahan harga dan cenderung membeli sesuai kebutuhan. “Cabai memang harganya naik turun, tetapi barangnya tersedia. Masyarakat juga tetap membeli sesuai kebutuhan walaupun harganya naik,” katanya.


