Umbulharjo,REDAKSI17.COM – Pemerintah Kota Yogyakarta membekali 191 calon purna tugas dengan berbagai keterampilan kewirausahaan sebagai persiapan memasuki masa pensiun. Pembekalan ini diharapkan mampu mendorong para aparatur sipil negara (ASN) tetap produktif dan mandiri setelah mengakhiri masa pengabdiannya.

Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, mengatakan masa pensiun bukanlah akhir dari perjalanan hidup maupun pengabdian seseorang. Justru, masa tersebut dapat menjadi awal untuk mengembangkan potensi dan merintis kegiatan baru yang bermanfaat.

“Setiap saat dalam hidup bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk kesuksesan masa depan. Masa pensiun bukan akhir, tetapi awal babak kehidupan baru yang penuh peluang,” ujar Hasto saat melepas peserta pembekalan calon purna tugas yang digelar di Grha Pandawa Balai Kota Yogyakarta, Kamis (18/6).

Ia mencontohkan sejumlah mantan ASN yang berhasil mengembangkan usaha setelah pensiun. Menurutnya, pengalaman, kedisiplinan, dan jejaring yang dimiliki selama menjadi ASN merupakan modal berharga untuk tetap berkarya di masyarakat.

Hasto juga mengingatkan para calon purna tugas untuk tetap mampu mengendalikan diri ketika memasuki masa pensiun. Menurutnya, setelah tidak lagi berada dalam lingkungan kerja yang penuh aturan dan pengawasan, seseorang perlu berhati-hati agar tidak terjebak pada keinginan pribadi yang berlebihan.

“Saat masih aktif bekerja, kita terbiasa diatur oleh atasan, regulasi, dan berbagai tanggung jawab. Ketika memasuki masa pensiun, kebebasan itu harus diimbangi dengan kemampuan mengendalikan diri. Jangan sampai hidup justru didominasi oleh diri sendiri tanpa arah dan tujuan yang baik,” pesannya.

Ia menekankan bahwa masa purna tugas dapat menjadi kesempatan untuk memperkuat kualitas hidup, memperbanyak kegiatan positif, menjaga kesehatan, serta meningkatkan pengabdian kepada keluarga dan masyarakat.

Wali Kota Yogya, Hasto Wardoyo memberikan arahan kepada calon purna tugas

Selain itu, para calon purna tugas diharapkan bisa menikmati masa pensiun dengan bahagia, menjaga kesehatan, serta tetap aktif dalam kegiatan sosial maupun keluarga.

“Selama bekerja, Bapak dan Ibu banyak mengurus masyarakat. Nanti ketika memasuki masa purna tugas, waktunya lebih banyak untuk mengurus keluarga dan diri sendiri. Itu juga sebuah kebahagiaan,” katanya.

Sementara itu, Kepala BKPSDM Kota Yogyakarta, Sarwanto, menjelaskan kegiatan pembekalan diikuti 191 peserta yang akan memasuki masa pensiun pada periode 1 September 2026 hingga 1 Juni 2027.

Pada hari pertama, peserta mendapatkan materi mengenai Taspen, Tapera, kewirausahaan, serta tata cara administrasi pensiun. Sedangkan pada hari kedua, pembekalan difokuskan pada penguatan keterampilan praktis yang dapat dikembangkan setelah pensiun.

“Pembekalan ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kota Yogyakarta untuk mendukung para calon purna tugas agar tetap produktif, mandiri, dan memiliki ruang untuk terus berkarya sesuai minat dan potensinya,” jelas Sarwanto.

Peserta diberikan pilihan pelatihan tematik meliputi tata boga, perkebunan hidroponik, dan peternakan. Pelatihan tata boga dilaksanakan di Puri Mataram, sementara pelatihan hidroponik di Titi Orchid dan peternakan kambing di Goat Farm Sahabat Ternak.

Menurut Sarwanto, ketiga bidang tersebut dipilih karena memiliki prospek yang baik, mudah dikembangkan dalam berbagai skala usaha, serta dekat dengan kebutuhan masyarakat sehingga berpotensi memberikan manfaat ekonomi maupun sosial.

“Kami berharap peserta tidak hanya memperoleh keterampilan teknis dasar, tetapi juga inspirasi dan keyakinan bahwa masa pensiun tetap dapat dijalani secara aktif, sehat, produktif, mandiri, dan sejahtera,” imbuhnya.

Salah satu peserta pembekalan, Kepala Bidang Pangan Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta, Ashardini Eka Setianingsih, mengaku kegiatan tersebut sangat membantu dalam mempersiapkan masa purna tugas. Ia memilih pelatihan tata boga sebagai bekal untuk mengembangkan hobi sekaligus aktivitas produktif setelah pensiun.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kami dalam mempersiapkan apa yang harus dilakukan menjelang purna tugas. Saya memilih tata boga karena ingin belajar membuat kue dan bakery. Selain untuk dinikmati sendiri, nantinya juga bisa dibagikan kepada keluarga,” ungkapnya.