UMBULHARJO,REDAKSI17.COM – Wakil Wali Kota Yogyakarta Wawan Harmawan membuka Konferensi Cabang (Konfercab) XXII Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU)- Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kota Yogyakarta, Sabtu (19/9/2026) di Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial Yogyakarta. Pemerintah Kota Yogyakarta mengapresiasi penyelenggaraan konfercab PC IPNU- IPPNU Kota Yogyakarta. Pemkot Yogyakarta mendorong kader muda IPNU-IPPNU untuk proaktif ikut membangun kota.
Wakil Wali Kota Wawan Harmawan menyambut baik konfercab PC IPNU- IPPNU Kota Yogyakarta dengan tema Merancang Masa Depan Demi Warisan Berkelanjutan. Wawan berharap semangat dan kemeriahan kader PC IPNU- IPPNU Kota Yogyakarta tidak hanya saat penyelenggaraan konfercab. Namun apa yang akan dilakukan PC IPNU- IPPNU Kota Yogyakarta dengan ketua baru yang nanti terpilih untuk Kota Yogyakarta. Wawan juga menekankan pelajar dan pemuda NU agar lebih aktif mengambil peran dalam pembangunan kota.
“Pemerintah Kota Yogyakarta membuka diri dengan siapa pun kami kerja sama. Sudah ratusan MoU kerja sama mulai dari Himpaudi sampai organisasi kampus Tinggal sekarang, IPNU mau di mana, mau ke mana? Anak muda harus proaktif. Pintu sudah dibuka, MoU sudah dibuka, kalian harus yang aktif,” kata Wawan saat membuka Konfercab XXII PC IPNU- IPPNU Kota Yogyakarta.

Wawan menilai banyak kader NU yang jadi orang hebat di masyarakat. Oleh sebab itu pihaknya mengajak kader muda NU untuk berkolaborasi dengan Pemkot Yogyakarta. Terutama ke depan dalam membangun Kota Yogyakarta dan Indonesia. Pihaknya menegaskan Pemkot Yogyakarta membuka diri dengan berbagai organisasi masyarakat lain misal Muhammadiyah yang sangat aktif.
“Yogya kota City of Tolerance. Semua kita beri kesempatan yang sama. Tapi, kami minta semua butuh proaktif untuk maju,” ujarnya.
Wawan menyatakan Yogyakarta tidak memiliki sumber daya alam gunung, pantai dan bukit seperti di kabupaten lain di DIY. Kota Yogyakarta memiliki sumber daya manusia (SDM), sehingga pembangunan SDM harus diperkuat. PC IPNU- IPPNU Kota Yogyakarta sebagai generasi muda diharapkan menjadi kader yang baik untuk meneruskan pembangunan.

“Hebatnya Yogya yang masih eksis adalah SDM. Berarti SDM yang kuat akan cocok di Kota Yogya ini. Dan kalian adalah kader terbaik. Tapi bukan apa yang kita minta. Tapi apa yang bisa kalian beri. Dari kota ini banyak hal yang bisa kalian kerjakan jika dicermati,” tutur Wawan.
Sementara itu Ketua PC IPNU Kota Yogyakarta, Dani Imam Nugroho, menyampaikan capaian organisasi selama satu periode kepengurusan banyak program-program kerja berbasis kaderisasi dan ideologi. Misalnya empat kali program kaderisasi utama, yaitu dua kali Latihan Kader Muda (Lakmud), satu kali Latihan Instruktur Pelatih (LAKIN), dan satu kali Diklatmad untuk KPP. Dani juga mengapresiasi seluruh pengurus dan kader yang telah berjuang bersama melewati berbagai dinamika organisasi.
“Kepengurusan ini akan berakhir, tetapi IPNU tidak boleh berakhir hanya karena sebuah periode kepengurusan telah usai. Tapi ideologi perjuangan tidak boleh berganti arah. Tradisi keilmuan tidak boleh kehilangan rohnya. Tradisi kepesantrenan, kaderisasi, tidak boleh kehilangan nyawanya. Semangat untuk menjaga marwah Nahdlatul Ulama tidak boleh berhenti. Kita boleh selesai menjadi pengurus, tetapi kita tidak pernah selesai menjadi kader,” tandas Dani.



