UMBULHARJO,REDAKSI17.COM – Pemerintah Kota Yogyakarta terus meningkatkan literasi demokrasi dan politik kepada generasi muda. Salah satunya melalui Parlemen Pelajar yang memberikan edukasi terkait fungsi parlemen kepada puluhan pelajar tingkat SMA/SMK/MA di Kota Yogyakarta. Melalui kegiatan itu diharapkan bisa meningkatkan wawasan terkait parlemen serta pemahaman demokrasi dan politik di kalangan pelajar.
Kepala Bidang Politik Dalam Negeri dan Organisasi Kemasyarakatan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol Kota Yogyakarta, Polana Setia Hati mengatakan Parlemen Pelajar dibuat sebagai sebuah media edukasi demokrasi dan politik bagi para pelajar untuk meningkatkan pemahaman dan partisipasi dalam praktik kehidupan demokrasi dan politik. Mengingat selama ini sebagian pelajar tidak menggunakan hak pilihnya dalam pesta demokrasi khususnya pemilihan kepala daerah (Pilkada).
“Kita create kegiatan ini sebagai media edukasi yang atraktif. Tentunya ini untuk meningkatkan pemahaman dari para pelajar terkait parlemen. Kita memberikan insight pemahaman terkait dengan keparlementeran atau legislatif seperti peran dan fungsinya,” kata Polana ditemui di sela Parlemen Pelajar di DPRD Kota Yogyakarta, Selasa (18/8/2026).
Parlemen Pelajar tahun 2026 mengusung tema Dari Ruang Kelas ke Ruang Sidang: Replikasi Wakil Rakyat Muda. Kegiatan itu diikuti 40 pelajar SMA/SMK/MA di Kota Yogyakarta dari Forum Komunikasi Pengurus OSIS Kota Yogyakarta dan Forum Anak Kota Yogyakarta (FAKTA). Kegiatan itu bersinergi dengan Komite Independen Sadar Pemilu (KISP). Polana menjelaskan dalam Parlemen Pelajar para peserta akan mendapatkan edukasi terkait fungsi utama parlemen yakni legislasi atau membuat peraturan daerah, fungsi penganggaran (budgeting) dan pengawasan.
“Dalam forum Parlemen Pelajar mereka kami create dalam wadah diskusi dengan pengelompokan berdasarkan komisi-komisi di DPRD. Masing-masing kelompok kita berikan isu-isu strategis. Ada sesi pencermatan draft Raperda terkait dengan P4GN (Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba) maupun terkait dengan Perlindungan Anak. Masukan-masukan mereka akan kita sampaikan kepada para pengambil kebijakan,” terangnya.
Dia menyatakan melalui Parlemen Pelajar juga memberikan wawasan kepada pelajar terkait penyampaian aspirasi, masukan-masukan maupun mengkritisi terkait kebijakan-kebijakan publik. Dengan kegiatan tersebut diharapkan bisa berdampak pada partisipasi pelajar dalam kehidupan berdemokrasi dan berpolitik. Tidak harus menjadi legislatif atau anggota dewan. Tapi dalam kehidupan demokrasi dan politik sehari-hari.
Sementara itu Wakil Ketua Komisi A DPRD Kota Yogyakarta Indaruwanto Eko Cahyono yang menjadi narasumber dalam Parlemen Pelajar itu menegaskan tugas DPRD yakni menyusun anggaran, membuat peraturan daerah (perda) dan pengawasan program kegiatan Pemkot Yogyakarta. Pihaknya juga mengajak para pelajar untuk berpartisipasi dalam kebijakan publik. Misalnya menyampaikan laporan maupun permasalahan misalnya jika ada tumpukan sampah lewat Jogja Smart Service (JSS) maupun dengan media sosial tapi tetap harus dengan bijak. Dia juga menyambut baik kegiatan Parlemen Pelajar untuk meningkatkan pemahaman demokrasi dan politik sehingga diharapkan bisa menekan golput pilkada dari kalangan pemilih pemula.
“Saya berharap kegiatan ini tidak berhenti di sini. Ini kalau hanya sekadar output, udah dapat ini. Tapi harus ada outcome dan tindak lanjut. Mereka bisa dimasukan dalam forum-forum lain misalnya dari Kesbangpol juga ada program duta demokrasi. Bisa kita libatkan dalam kegiatan-kegiatan seperti RDPU menjadi perwakilan untuk menyalurkan aspirasi sekaligus masukan atas kebijakan-kebijakan di Pemerintah Kota Yogyakarta,” tutur Indaruwanto.
Menurut salah satu peserta Parlemen Pelajar Arghaizano Irhab Akhdani dari MAN 1 Yogyakarta menya kegiatan itu bermanfaat bagai para pelajar terkait fungsi DPRD dan penentuan kebijakan publik. Selama ini dia mengaku masih kurang pemahamannya terkait tugas-tugas parlemen. Setelah mengikuti kegiatan itu dia akan berpartisipasi dalam kebijakan publik misalnya menyampaikan aspirasi.
“Di sini para pelajar itu diajarkan untuk melek akan politik dan demokrasi. Jadi kita sebagai pelajar itu harus mengetahui bagaimana cara menentukan kebijakan dan tugas-tugas DPRD,” ucap Zano.



