Home / Daerah / Percepat Pembangunan dan Penuntasan Kemiskinan, Bupati Gunungkidul Audiensi ke Bappenas

Percepat Pembangunan dan Penuntasan Kemiskinan, Bupati Gunungkidul Audiensi ke Bappenas

Jakarta,REDAKSI17.COM – Pemerintah Kabupaten Gunungkidul melakukan langkah strategis dengan menyambangi kantor Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas dalam rangka memperkuat sinergi pembangunan daerah dengan prioritas nasional.

Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih memimpin langsung delegasi yang terdiri dari Sekretaris Daerah (Sekda), para asisten, staf ahli, hingga seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sebagai upaya “bedol kampung” untuk memperjuangkan nasib warga masyarakat, Senin, (27/4/2026).

Dalam audiensi tersebut, terungkap bahwa Gunungkidul mencatatkan pertumbuhan ekonomi yang sangat positif, menempati posisi kedua tertinggi di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

“Angka kemiskinan makro juga mengalami penurunan sebesar 1,03 poin menjadi 14,15% pada tahun 2024, dengan jumlah penduduk miskin yang berkurang sebanyak 6.630 jiwa.” kata Bupati Endah.

Direktur Pemerintahan, Keuangan Daerah, dan Transfer ke Daerah Anang Budi Gunawan, memberikan apresiasi atas performa ekonomi tersebut dan mendorong Gunungkidul untuk menargetkan angka kemiskinan satu digit pada tahun 2029.

Hal ini dianggap realistis jika tren penurunan sekitar 1% atau setara 7.000 jiwa per tahun dapat dipertahankan.

Fokus Sektoral: Kelautan, Pertanian, dan Keamanan
Bupati Gunungkidul memaparkan sejumlah usulan prioritas yang memerlukan dukungan pusat karena keterbatasan fiskal daerah.

Salah satu program unggulan yang diusulkan adalah pembentukan Kampung Nelayan Merah Putih di dua titik potensial, yaitu Pantai Drini dan Pantai Sadeng, yang saat ini sudah masuk tahap survei oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Namun, kendala klasik seperti keterbatasan sarana prasarana penegakan perda (Satpol PP) serta peralatan penyelamatan laut (SAR) di kawasan pesisir, seperti jet ski dan ambulans, menjadi perhatian serius yang disampaikan kepada pihak Bappenas.

“Gunungkidul juga berkomitmen mendukung arahan Presiden terkait swasembada beras dan jagung, mengingat potensi wilayahnya yang luas di tiga zona (utara, tengah, dan selatan).” ujar Bupati Endah.

Selain mengandalkan APBN, Bupati juga menegaskan upaya kolaborasi melalui komunikasi dengan tokoh-tokoh daerah, pemanfaatan CSR, hingga optimalisasi zakat melalui BAZNAS untuk mendukung program-program pemerintah.

Audiensi ini diharapkan membuka ruang komunikasi yang lebih intensif antara pemerintah pusat dan daerah guna memastikan program pembangunan di Gunungkidul, khususnya di bidang pariwisata dan pertanian, dapat berjalan optimal sesuai dengan target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *