Home / Daerah / Perkuat Sinergi, BAZNAS RI dan Pemkab Gunungkidul Fokus Entaskan Kemiskinan Melalui Program Terintegrasi

Perkuat Sinergi, BAZNAS RI dan Pemkab Gunungkidul Fokus Entaskan Kemiskinan Melalui Program Terintegrasi

Jakarta,REDAKSI17.COM – Pimpinan BAZNAS RI, Saidah Sakwan menerima kunjungan kerja dan audiensi dari jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul yang dipimpin langsung oleh Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih beserta jajaran Sekretaris Daerah, staf ahli, dan kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Senin, (27/4/2026).

Pertemuan strategis ini bertujuan untuk memperkuat tata kelola zakat, infak, dan sedekah (ZIS) serta mensinkronisasikan program pendayagunaan untuk mengatasi persoalan makro di wilayah tersebut.

Optimalisasi Zakat ASN dan Tata Kelola

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Gunungkidul menekankan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pengumpulan zakat, salah satunya melalui pembaruan Surat Edaran (SE) Bupati untuk seluruh OPD agar meningkatkan kesadaran berzakat di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN).

“Bahwa penghimpunan zakat melalui BAZNAS sangat krusial karena mampu memberikan intervensi bantuan yang cepat bagi masyarakat tanpa harus melalui prosedur anggaran DPRD yang panjang, namun tetap menaati mekanisme pleno yang berlaku.” kata Bupati.

Salah satu poin utama dalam audiensi ini adalah penanganan krisis air bersih yang menjadi masalah menahun di Gunungkidul. Hingga saat ini, BAZNAS RI telah berkontribusi membangun 10 titik sumur bor di wilayah tersebut. BAZNAS berkomitmen untuk terus menambah alokasi tersebut melalui kolaborasi dengan dana CSR perusahaan yang memiliki fokus pada akses air bersih.

“Selain air bersih, program Rehabilitasi Rumah Layak Huni (RLHB) menjadi fokus kolaborasi. BAZNAS RI memiliki fleksibilitas atau agility untuk memberikan bantuan renovasi rumah bagi warga miskin yang tidak memenuhi syarat administratif dari bantuan pemerintah pusat.” kata Bupati.

Bupati Endah juga memastikan, di tahun 2026, program bedah rumah ini dipastikan akan terus berlanjut.

Pemberdayaan Ekonomi dan Pendidikan

Di sektor ekonomi, BAZNAS mendorong transformasi program dari ternak kambing ke Balai Ternak Ayam Petelur. Berdasarkan kajian, pengelolaan 100 ekor ayam petelur per orang dinilai mampu memberikan penghasilan setara UMR bagi mustahik. Program ini juga disiapkan untuk mendukung pemenuhan gizi masyarakat

“Di bidang pendidikan, pimpinan BAZNAS RI mendorong kampus-kampus di Gunungkidul untuk segera menjalin Nota Kesepahaman (MOU) guna mengakses berbagai skema beasiswa,” kata Saidah Sakwan.

Saidah menambahkan, BAZNAS RI memberikan berbagai beasiswa seperti Beasiswa Cendekia BAZNAS (BCB) untuk mahasiswa S1, serta Beasiswa Menuju PTN bagi siswa kelas 3 SMA/SMK/MA.

“Ada juga Madrasah Layak Belajar (MLB) berupa bantuan renovasi bagi madrasah swasta dengan kuota 1.000 madrasah secara nasional.” imbuhnya.

Penanganan Kelompok Rentan dan Stunting

Ketua BAZNAS Kabupaten Gunungkidul, Mustangid melaporkan bahwa pihaknya telah mensinkronisasikan Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) dengan RPJMD Kabupaten.

“Beberapa capaian yang dilaporkan meliputi bantuan sembako lansia seumur hidup bagi 88 orang serta upaya penanganan bagi 1.650 Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) dan penanggulangan stunting melalui bantuan bagi Ibu Hamil Risiko Tinggi (Bumil Risti).” kata Mustangid.

Melalui berbagai program kolaboratif ini, BAZNAS RI berharap Kabupaten Gunungkidul dapat segera keluar dari jajaran lima besar daerah dengan tingkat kemiskinan tertinggi di Daerah Istimewa Yogyakarta. Pertemuan ini ditutup dengan harapan agar sistem pembayaran dan pertanggungjawaban zakat semakin transparan demi kemaslahatan umat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *