Istanbul,REDAKSI17.COM – Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengkritik lembaga-lembaga internasional yang dinilainya gagal menghentikan tindakan Israel di kawasan Timur Tengah. Menurutnya, badan-badan internasional tetap diam meski Israel disebut terus melancarkan serangan dan operasi yang menimbulkan krisis di kawasan.
Pernyataan tersebut disampaikan Pezeshkian saat berpidato dalam konferensi di Aula KTT Teheran, Sabtu (4/7/2026), yang digelar untuk memperingati mendiang mantan pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei. Demikian dikutip dari Antara.
Menurut Pezeshkian, organisasi internasional dan kelompok pembela hak asasi manusia seharusnya berperan mencegah aksi kekerasan. Namun, ia menilai dukungan politik dan logistik justru masih mengalir kepada Israel.
Ia juga menuduh Israel telah menyerang sejumlah negara di Timur Tengah dan menjadi penyebab berbagai krisis serta ketidakstabilan di kawasan. Pezeshkian menegaskan negara-negara Muslim bukan pihak yang memulai agresi tersebut.
Selain menyinggung konflik regional, Pezeshkian menyampaikan bahwa komunitas Islam kini memasuki fase kepemimpinan baru setelah wafatnya Ali Khamenei. Ia menegaskan pemerintah Iran akan terus melanjutkan cita-cita revolusi, memperkuat persatuan umat Islam, serta meningkatkan solidaritas di antara negara-negara Muslim.
Pidato tersebut disampaikan bertepatan dengan dimulainya rangkaian upacara penghormatan bagi Ali Khamenei di Teheran. Ribuan pelayat memadati Masjid Imam Khomeini Mosalla untuk mengikuti prosesi penghormatan terakhir.
Berdasarkan jadwal resmi, rangkaian upacara akan berlangsung hingga pekan depan dengan dihadiri kepala negara, pejabat tinggi, dan tokoh agama. Prosesi penghormatan dimulai di Teheran, kemudian berlanjut ke Qom, Irak, dan berakhir dengan pemakaman di Makam Imam Ali Reza, Mashhad, pada 9 Juli 2026.





