Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menetapkan logo resmi Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang merupakan karya M Shofa Ulum Azmi, alumnus Pondok Pesantren Langitan, Tuban, Jawa Timur. (PBNU)
Jakarta,REDAKSI17.COM – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menetapkan logo resmi Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang merupakan karya M Shofa Ulum Azmi, alumnus Pondok Pesantren Langitan, Tuban, Jawa Timur.
Penetapan logo tersebut menjadi bagian penting dari persiapan forum permusyawaratan tertinggi NU sekaligus memperpanjang jejak kontribusi Pondok Pesantren Langitan dalam melahirkan ulama dan kader yang berkhidmah untuk organisasi sejak sebelum NU berdiri hingga memasuki abad kedua.
M Shofa Ulum Azmi mengungkapkan desain logo berawal dari sebuah sketsa sederhana yang kemudian berkembang menjadi simbol harmoni kepemimpinan di lingkungan Nahdlatul Ulama.
“Logo ini berawal dari sketsa kasar yang kemudian membentuk dua lingkaran sebagai konstruksi utamanya. Saya memaknai dua lingkaran itu sebagai simbol Syuriah dan Tanfidziyah yang berjalan selaras dalam mengemban khidmah Nahdlatul Ulama,” ujarnya dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Minggu (19/7/2026).
Shofa menjelaskan logo tersebut menggambarkan hubungan yang saling menguatkan, layaknya sosok ayah dan anak. Desain itu diselesaikan hanya dalam satu malam sebelum melalui sejumlah tahap penyempurnaan.
Terpilihnya karya alumnus Langitan juga mengingatkan pada hubungan historis yang erat antara pondok pesantren tersebut dengan Nahdlatul Ulama. Dua pendiri NU, KH Hasyim Asy’ari dan KH Abdul Wahab Chasbullah, diketahui pernah menjadi murid Pengasuh kedua Pondok Pesantren Langitan, KH Ahmad Sholeh.
Tradisi pengabdian itu kemudian diteruskan oleh para pengasuh berikutnya, mulai dari KH Muhammad Khozin, KH Abdul Hadi Zahid, hingga KH Abdullah Faqih yang pernah menjabat sebagai Mustasyar PBNU.
Kini estafet pengabdian dilanjutkan oleh KH Ma’shum Faqih yang dipercaya menjadi Wakil Sekretaris Jenderal PBNU. Ia juga tercatat sebagai kiai pertama dari Ponpes Langitan yang masuk dalam jajaran Tanfidziyah PBNU.
Wakil Sekretaris Jenderal PBNU KH Ma’shum Faqih menilai terpilihnya logo tersebut menjadi bukti Pondok Pesantren Langitan terus memberikan kontribusi nyata bagi NU, termasuk melalui karya kreatif para alumninya.
Menurutnya, pengabdian kepada NU tidak selalu diwujudkan melalui jabatan struktural, tetapi juga melalui karya, pemikiran, inovasi, dan kreativitas yang bermanfaat bagi organisasi.
“Khidmah kepada NU tidak selalu diwujudkan melalui jabatan. Karya, pemikiran, inovasi, dan kreativitas yang membawa manfaat bagi organisasi juga merupakan bagian dari pengabdian. Semoga semangat itu terus hidup dan menginspirasi generasi muda nahdliyin,” kata KH Ma’shum Faqih.





