Beranda / Politik / PSI Teriak Prabowo-Gibran 2 Periode, PDIP Nyeletuk: Emang Prabowo Udah Pasti Mau?

PSI Teriak Prabowo-Gibran 2 Periode, PDIP Nyeletuk: Emang Prabowo Udah Pasti Mau?

 

Jakarta,REDAKSI17.COMWacana pasangan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka melanjutkan kepemimpinan hingga dua periode kembali memantik perdebatan politik.

Di tengah berbagai persoalan yang masih dihadapi masyarakat, dorongan agar duet Prabowo-Gibran berlanjut hingga Pilpres 2029 menuai respons sinis dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

Ketua DPP PDIP Deddy Yevri Sitorus menilai narasi tersebut terlalu dini untuk dibicarakan. Bahkan, ia mempertanyakan satu hal mendasar yang menurutnya belum pernah dijawab pihak-pihak yang menggulirkan isu tersebut.

“Pertanyaan saya, emang Pak Prabowo udah pasti mau? Tanya dulu dong sebelum kampanye kan itu,” ungkap Deddy, Selasa (23/6).

Menurut Deddy, dorongan yang disuarakan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) itu lebih terlihat sebagai strategi untuk menarik perhatian publik dibandingkan pembahasan substansial mengenai masa depan bangsa.

“Ini kan cara untuk menarik simpati publik, PSI kan memang cenderung begitu ya. Dia tidak membesarkan partainya, tapi dengan menumpang-numpang. Misalnya dengan menyerang-nyerang PDIP, mereka akan jadi pembicaraan publik. Sekarang dengan membawa isu 2 periode Prabowo-Gibran harapannya akan tertarik ke PSI,” kata Deddy.

Bagi Deddy, fokus utama pemerintah dan partai politik saat ini seharusnya bukan membicarakan Pilpres 2029 yang masih jauh, melainkan menyelesaikan berbagai persoalan yang sedang dihadapi masyarakat.

“Jawab dulu ni persoalan-persoalan masyarakat. Apakah ada tindak lanjut dari tuntutan mahasiswa itu, itu dulu, jangan langsung ke pemilu, ini pemerintah lagi pusing, udah mikirin Pemilu 2029, nggak sabaran banget,” sentilnya.

Pernyataan Deddy muncul setelah Ketua DPP PSI Bestari Barus mengungkap pesan yang disebut berasal dari Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi). Dalam pertemuan bersama kader PSI, Jokowi disebut meminta seluruh kader untuk terus mengawal pemerintahan Prabowo-Gibran.

Tak hanya itu, Bestari mengklaim Jokowi bahkan berharap duet tersebut bisa berlanjut hingga dua periode.

“Kepada kami beliau menyampaikan kok bahwa kita itu diminta untuk mengawal Pak Prabowo-Gibran ini, bahkan ya, bahkan, bahkan sampai dua periode. Jadi nggak ada itu fitnahan, fitnahan tentang bakal ada dua matahari. Matahari gimana bisa dua? ada-ada aja,” kata Bestari kepada wartawan, Jumat (18/6).

Pernyataan itu sontak memicu berbagai spekulasi mengenai arah koalisi politik menuju 2029. Namun bagi PDIP, pembicaraan soal pasangan capres-cawapres masih terlalu prematur, apalagi ketika sejumlah persoalan rakyat dinilai belum terselesaikan.

Kini, bola panas justru bergulir ke pertanyaan yang dilontarkan Deddy, apakah Prabowo sendiri benar-benar menginginkan skenario dua periode bersama Gibran, atau wacana itu baru sebatas harapan sebagian pihak?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *