TRIBUNSTYLE.COM – Rusia ikut marah melihat perkembangan terbaru konflik di Timur Tengah, Amerika Serikat serang Iran hingga hancurkan dua waduk yang biasa diakses warga sipil.
Pada Rabu (10/6/2026) dini hari, AS meluncurkan serangan yang menghancurkan dua waduk penting di Iran.
Imbasnya, ribuan warga sipil Iran kini kehilangan akses air minum.
Kedua waduk yang hancur merupakan akses air bersih ke daerah Bemani dan Kouhestak di Kota Sirik, Provinsi Hormozgan.
Waduk berkapasitas 2500 meter kubik ini sangat vital untuk mencukupi kebutuhan minum warga.
Saat ini, hampir 20 ribu warga kehilangan akses air minum di tengah gelombang panas yang mencapai 45-50 derajat Celcius.
Adapun kerugian akibat hancurnya dua waduk tersebut diperkirakan mencapai Rp 260 miliar.
Otoritas setempat memperingatkan bahwa perbaikan infrastruktur air itu membutuhkan waktu lama.
Untuk sementara, tim darurat membantu penduduk dengan cara menyediakan air melalui truk tanki atau memasang pompa alternatif.
Sebelumnya, proyektil menghantam Pulau Qeshm dan Provinsi Hormozgan di selatan Iran.
AS mengakui bahwa pihaknya meluncurkan serangan untuk membalas Iran atas penembakan helikopternya.
Iran yang tidak terima kemudian menyerang balik dengan menargetkan pangkalan AS di Yordania, Bahrain, dan Kuwait.
Terkait perkembangan terbaru konflik Timur Tengah, Rusia dengan tegas mengecam.
Respons itu disampaikan Kementerian Luar Negeri Maria Zakharova saat konferensi pers pada Rabu (10/6).
Rusia menyatakan sangat prihatin terkait ketegangan yang kembali terjadi di Timur Tengah.
Oleh sebab itu, Zakharova meminta kedua pihak menahan diri dan segera menghentikan serangan.
Pihaknya pun menyebut agresi yang dimulai AS-Israel terjadi tanpa provokasi Iran.
Zakharova menyoroti serangan terhadap infrastruktur sipil sebagai tindakan yang sama sekali tidak dapat diterima.
Diketahui sebelumnya, AS telah menyerang Jask, Sirik, dan Qeshm di Iran selatan.
Serangan AS menghancurkan menara telekomunikasi di Sirik dan menghancurkan dua tangki air di distrik Bamani.
Lantas, Iran melancarkan serangan balasan dengan menembak jatuh drone MQ-9 Reaper AS pada Rabu (10/6).
Serangan itu membuat pesawat tak berawak AS diselimuti kobaran api hingga hancur lebur.




