Ilustrasi pengeboran minyak lepas pantai. (Antara/Hafidz Mubarak A)
Jakarta,REDAKSI17.COM – Harga minyak mentah dunia turun ke level terendah dalam dua pekan pada perdagangan hari ini, Senin (25/5/2026), seiring meningkatnya optimisme bahwa Amerika Serikat (AS) dan Iran semakin dekat mencapai kesepakatan damai.
Meski begitu, kedua negara masih berselisih terkait sejumlah isu penting, termasuk pembukaan Selat Hormuz yang selama ini membatasi pasokan minyak dari Timur Tengah.
Harga minyak mentah Brent pada Senin pagi turun US$ 4,71 atau 4,55% menjadi US$ 98,83 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat melemah US$ 4,57 atau 4,73% ke level US$ 92,03 per barel.
Penurunan harga minyak terjadi setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Sabtu (23/5/2026) menyatakan bahwa AS dan Iran telah sebagian besar menyelesaikan kesepakatan terkait perjanjian damai.
Kesepakatan tersebut diharapkan dapat membuka kembali Selat Hormuz, jalur strategis yang sebelum konflik mengangkut sekitar seperlima pasokan minyak dan gas alam cair (LNG) dunia.
Namun, negosiasi masih menghadapi sejumlah hambatan. Trump pada Minggu (24/5/2026) mengatakan dirinya meminta para perwakilan AS agar tidak terburu-buru mencapai kesepakatan dengan Iran.
Analis MST Marquee, Saul Kavonic, menilai pasar mulai melihat peluang meredanya tekanan terhadap harga minyak.
“Terlepas dari berbagai syarat dan risiko yang masih membayangi kesepakatan damai dan pembukaan Selat Hormuz, kini mulai terlihat secercah harapan yang dapat memberikan kelegaan terhadap harga minyak dalam jangka pendek,” ujar Kavonic, dikutip dari Reuters.
Meski begitu, para analis memperkirakan normalisasi arus distribusi minyak melalui Selat Hormuz tidak akan terjadi dalam waktu cepat. Dibutuhkan waktu berbulan-bulan untuk memulihkan fasilitas minyak dan gas yang rusak akibat konflik.





