
Gunungkidul,REDAKSI17.COM – SMK Negeri 2 Wonosari menggelar agenda tahunan bergengsi bertajuk Gelar Karya “Beat the World” 2026. Acara ini menjadi panggung bagi 1.601 siswa untuk menunjukkan hasil pembelajaran, kreativitas, inovasi, serta kemampuan teknis yang telah diasah melalui pendidikan vokasi, Kamis, 18 Juni 2026.
Kemeriahan acara diawali dengan berbagai penampilan seni yang memukau, mulai dari tari-tarian tradisional hingga puncaknya berupa pertunjukan orkestra yang menggabungkan elemen marching band dan karawitan.
Penampilan ini mendapatkan apresiasi dari Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih yang hadir langsung, karena dinilai mampu menyatukan berbagai unsur seni menjadi harmoni yang mengharukan.
Salah satu pencapaian yang membanggakan dalam acara ini adalah pengumuman perolehan Sertifikat Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) untuk karya “Ramayana Pelajar”.
Capaian ini membuktikan bahwa kreativitas pelajar SMK Negeri 2 Wonosari tidak hanya bernilai seni tinggi, tetapi juga memiliki identitas budaya yang kuat dan terlindungi secara hukum sebagai kekayaan intelektual bangsa.

Tema “Beat the World” yang diusung mencerminkan visi sekolah untuk melahirkan generasi muda yang unggul dan berkarakter tanpa meninggalkan jati diri budaya daerah, ini luar biasa.” kata Bupati Endah saat memberikan sambutan.
Kepala Sekolah SMK Negeri 2 Wonosari, Ahmad Darmadi mengungkapkan bahwa lulusan SMK Negeri 2 Wonosari saat ini telah banyak terserap di pasar kerja internasional, termasuk di Jepang dan Turki, serta sedang menjajaki kerja sama penempatan tenaga kerja dengan Jerman.
Bupati Endah menegaskan bahwa pendidikan vokasi saat ini memegang posisi strategis dalam pembangunan daerah dan bangsa, “Lulusan SMK bukan hanya pencari kerja, tetapi juga diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja bagi lingkungan sekitarnya,” ujarnya.
Bupati juga memotivasi para siswa dengan menyebutkan bahwa lulusan SMK memiliki peluang karier yang luas, bahkan hingga menjadi kepala daerah.
Acara ini juga dihadiri oleh sejumlah tokoh pengusaha lokal, seperti pemilik usaha ekspor, serta rekan-rekan pengusaha lainnya yang tergabung dalam Forum Pemantau Independen (FORPI). Kehadiran mereka diharapkan menjadi “jembatan emas” bagi para siswa untuk bergabung dalam dunia kerja maupun memulai langkah di bidang kewirausahaan.
Sebagai penutup, Bupati Endah berpesan agar para siswa tetap memegang teguh etika dan tata krama yang telah diajarkan kental di sekolah ini sebelum mereka melangkah ke kancah global. Dengan semangat Bhinneka Tunggal Ika, siswa SMK Negeri 2 Wonosari diharapkan terus membawa nama baik Gunungkidul di panggung dunia dengan kompetensi dan karakter yang unggul.


