Beranda / Daerah / Sri Sultan Bekali Veda dan Mario Mental Juara Hadapi Panggung Dunia

Sri Sultan Bekali Veda dan Mario Mental Juara Hadapi Panggung Dunia

Yogyakarta,REDAKSI17.COM – Menjelang tampil di hadapan publik sendiri pada Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026, pebalap muda Indonesia Veda Ega Pratama dan Mario Suryo Aji mendapat pesan khusus dari Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, agar tidak kalah oleh rasa takut sebelum bertanding. Di hadapan dua pebalap yang tengah meniti karier di Moto3 dan Moto2 itu, Sri Sultan menegaskan bahwa keberanian dan keyakinan diri menjadi kunci untuk bersaing di panggung balap dunia.
Pesan tersebut disampaikan Sri Sultan saat menerima Veda dan Mario di Keraton Kilen Yogyakarta, Minggu (19/7) malam. Pertemuan tersebut berlangsung hangat dan penuh keakraban sebagai bagian dari rangkaian persiapan kedua pebalap menjelang Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 yang akan digelar di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok, Nusa Tenggara Barat, pada 9–11 Oktober mendatang.
Turut mendampingi Sri Sultan dalam pertemuan tersebut GKR Mangkubumi dan KPH Yudanegara. Hadir pula Plt. Direktur Utama InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) Ahmad Fajar, Komisaris Utama Mandalika Grand Prix Association (MGPA) RM Gustilantika Marrel Suryokusumo, serta Direktur Utama MGPA Ananda Mikola.
Sri Sultan mengatakan, seorang atlet harus memiliki tekad kuat untuk menghadapi setiap tantangan. Menurutnya, keraguan dan rasa takut justru dapat menjadi hambatan terbesar sebelum pertandingan dimulai.
“Jangan karena sudah pilihannya menjadi pembalap lalu mengatakan, ‘Wah itu susah, itu berat, tidak bisa.’ Ya sudah, kalah sebelum bertanding. Yang penting bagaimana punya motivasi untuk bertahan dan memenangkan setiap pertandingan,” ujar Sri Sultan.
Sri Sultan menekankan bahwa persaingan di level internasional tidak perlu dihadapi dengan rasa minder. Setiap pebalap memiliki peluang yang sama untuk meraih hasil terbaik, termasuk ketika berhadapan dengan para juara dunia.
“Kenapa kita harus berhati kecil? Tidak. Risikonya sama. Siapa yang akan juara juga bisa bergantian. Jadi kita harus fight. Motivasi untuk fight itu ada pada dirinya sendiri. Kami hanya mendukung,” tegasnya.
Sri Sultan menambahkan, keberhasilan seorang atlet tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis dan fisik, tetapi juga oleh kesiapan mental dalam menghadapi tekanan kompetisi. Karena itu, ia berharap Veda dan Mario terus menjaga semangat berlatih serta memanfaatkan setiap kesempatan untuk berkembang.
Bagi Veda, pertemuan dengan Sri Sultan menjadi motivasi tambahan menjelang lanjutan musim balap dunia. Pebalap asal Gunungkidul itu mengaku bangga mendapat kesempatan bertemu langsung dengan Sri Sultan dan menerima doa restu sebelum kembali menjalani agenda balap internasional.
“Senang dan bangga bisa diberi kesempatan bertemu dengan Pak Gubernur malam ini. Terima kasih atas dukungannya selama ini. Kami akan memaksimalkan persiapan dan semoga hasilnya baik,” kata Veda.
Veda mengatakan dirinya akan terus meningkatkan intensitas latihan dan mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk menghadapi balapan di Mandalika. Tampil di hadapan publik Indonesia, menurutnya, menjadi motivasi tersendiri untuk memberikan hasil terbaik.
Sementara itu, Ahmad Fajar menjelaskan kunjungan ke Keraton Kilen dilakukan untuk mengantarkan Veda dan Mario memohon doa restu kepada Sri Sultan sebelum menghadapi lanjutan musim balap dunia dan GP Mandalika 2026. Menurutnya, capaian kedua pebalap yang kini berkompetisi di Moto3 dan Moto2 merupakan kebanggaan bagi Indonesia.
“Kami sowan kepada Ngarso Dalem untuk memohon doa restu dan berkah. Veda dan Mario merupakan kebanggaan Indonesia karena mampu bersaing di Moto3 dan Moto2. Kami berharap kehadiran mereka dapat menginspirasi lahirnya lebih banyak pebalap muda yang mampu membawa nama Indonesia ke tingkat dunia,” ujarnya.
Sebelum bersilaturahmi dengan Sri Sultan, Veda dan Mario terlebih dahulu menyapa ratusan penggemar dalam kegiatan Homecoming Tour Local Heroes Indonesia di Monumen Serangan Oemoem 1 Maret Yogyakarta. Antusiasme masyarakat yang hadir menunjukkan besarnya dukungan publik terhadap kiprah kedua pebalap tersebut di ajang balap dunia.
Sebagai putra daerah yang berhasil menembus kejuaraan dunia, Veda menjadi kebanggaan masyarakat DIY sekaligus membuktikan bahwa talenta muda daerah mampu bersaing di level tertinggi. Dengan doa restu Sri Sultan serta dukungan masyarakat Indonesia, Veda dan Mario diharapkan mampu tampil maksimal dan terus mengharumkan nama bangsa di kancah internasional.
Humas Pemda DIY

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *