Yogyakarta,REDAKSI17.COM – Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, menegaskan pentingnya bagi para pekerja untuk mampu mengenali tanda-tanda yang diberikan tubuh terkait kondisi kesehatan. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan merupakan bagian dari laku eling lan waspada, yang mengajarkan manusia untuk senantiasa mengingat, memahami, serta menjaga kondisi tubuhnya masing-masing.
“Eling kepada tubuh yang selama ini kita gunakan untuk bekerja dan mencari nafkah, dan waspada terhadap tanda-tanda kecil yang kadang diabaikan karena kesibukan, tuntutan pekerjaan, atau rasa sungkan untuk memeriksakan diri. Dengan demikian, menjaga kesehatan adalah bentuk tanggung jawab kepada diri sendiri, kepada keluarga, dan kepada masa depan,” ungkap Sri Sultan saat memberikan sambutan pada acara Pencanangan dan Pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi Komunitas Perusahaan di Bangsal Kepatihan, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Selasa (08/09).
Sri Sultan turut menyoroti sejumlah kebiasaan yang masih kerap ditemui di lingkungan kerja. Ketika tubuh masih mampu bergerak dan bekerja, perhatian para pekerja terhadap kesehatan sering kali dikesampingkan. Juga, tubuh biasanya baru diberikan waktu untuk beristirahat ketika kondisi sudah benar-benar terasa berat.
Karena itu, kegiatan yang digelar oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) DIY bekerja sama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) DIY tersebut menjadi salah satu bentuk perhatian pemerintah dalam memastikan para pekerja dapat menjalankan aktivitas dan pekerjaannya dalam kondisi aman, sehat, dan terlindungi. “Pekerja yang sehat akan bekerja dengan lebih baik. Keluarga yang merasa aman juga akan lebih tenang menjalani kehidupannya. Karena itu, kegiatan cek kesehatan gratis bagi pekerja memiliki arti penting,” jelas Sri Sultan.
Lebih lanjut, Sri Sultan berharap para pekerja tidak hanya menjalani pemeriksaan kesehatan, tetapi juga menindaklanjuti hasil pemeriksaan tersebut. Dengan demikian, kondisi kesehatan yang telah teridentifikasi dapat memperoleh penanganan maupun langkah pencegahan yang tepat.
“Lingkungan kerja perlu terus diperbaiki, komunikasi antara pekerja, pemberi kerja, pemerintah, dan tenaga kesehatan perlu dijaga. Semoga pencanangan ini menjadi langkah awal untuk tumbuhnya budaya kerja yang lebih peduli, lebih sehat, dan lebih humanis,” tutup Sri Sultan.
Pada kesempatan yang sama, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Anna Rina Herbranti menyatakan, kesehatan pekerja memiliki peran strategis bagi daerah, mengingat pengaruhnya akan produktivitas, keberlangsungan usaha, kesejahteraan keluarga, dan daya saing daerah. Maka dari itu, gelaran ini menjadi wujud sinergi keselamatan dan kesehatan kerja dengan upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan sekaligus menjadi bagian dari rangkaian acara dalam menyambut Hari Kesehatan Nasional ke-62 tahun 2026 pada 11 November mendatang.
Anna menambahkan, capaian Cek Kesehatan Gratis (CKG) di DIY masih menjadi catatan penting yang perlu ditingkatkan. Pada 2025, capaian CKG tercatat sebesar 23,30 persen dari target 36 persen. Sementara pada 2026, target CKG ditingkatkan menjadi 46 persen untuk seluruh kelompok umur, dengan capaian sementara sebesar 19,32 persen.
Khusus kelompok usia produktif 15–59 tahun, target CKG pada 2026 ditetapkan sebesar 45 persen, dengan capaian sementara baru mencapai 13,07 persen. Untuk memenuhi target tersebut, diperlukan akselerasi capaian hingga delapan persen per bulan sampai akhir 2026.
“Berdasarkan data wajib lapor ketenagaakerjaan di Daerah Istimewa Yogyakarta, terdapat 20.336 perusahaan dengan jumlah pekerja sebanyak 296.441 orang. Besarnya jumlah perusahaan dan pekerja tersebut menunjukkan potensi tasaran pemeriksaan kesehatan yang sangat luas melalui tempat kerja. Sekaligus menegaskan pentingnya memperluas deteksi dini karena pekerjaan menghabiskan sebagian besar waktu produktifnya di lingkungan kerja,” jelas Anna.
Gelaran ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi perusahaan-perusahaan di DIY dalam memfasilitasi pemeriksaan kesehatan pekerja serta membangun kemitraan berkelanjutan dengan puskesmas di wilayah kerja masing-masing. Selain itu, kegiatan ini diharapkan menjadi titik awal perluasan gerakan Cek Kesehatan Gratis di tempat kerja di seluruh DIY.
“Sinergi pemerintah, perusahaan, fasilitas layanan kesehatan, organisasi pengusaha, serikat pekerja, restrikas guru, BPJS, dan seluruh pemangku kepentingan perlu terus diperkuat agar pemeriksaan kesehatan pekerja semakin mudah diakses dan menjadi bagian dari budaya pencegahan di lingkungan kerja,” lanjut Anna.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI turut mendukung DIY dalam penguatan kapasitas deteksi dini dan laboratorium melalui alokasi alat Near Patient Point of Care Testing (NP POCT) untuk 121 puskesmas di DIY. Selain itu, dilakukan pula pendistribusian bahan medis habis pakai (BMHP) untuk mendukung skrining penyakit hati, kanker leher rahim, stroke, diabetes, hingga kesehatan gigi dan mulut, yang diberikan dalam gelaran yang sama.
Humas Pemda DIY




