Gunungkidul,REDAKSI17.COM – Pemerintah Kabupaten Barito Utara melaksanakan kunjungan kerja dalam rangka kaji tiru ke Pemerintah Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu, (5/8/2026) Kunjungan dipimpin langsung oleh Bupati Barito Utara, H. Salahuddin, didampingi Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, serta jajaran kepala perangkat daerah dan Ketua MUI Barito Utara.

Dalam sambutannya, Bupati Barito Utara, H. Salahuddin, menyampaikan bahwa maksud utama kedatangan mereka adalah untuk memperoleh wawasan, pengalaman, dan pembelajaran langsung mengenai kebijakan strategis serta inovasi yang telah sukses diimplementasikan oleh Pemkab Gunungkidul. Ia mengakui kekagumannya terhadap transformasi Gunungkidul yang mampu bangkit dari keterbelajaran dan kondisi alam yang menantang menjadi daerah yang maju.
“Kami ingin belajar mengenai best practice pemda, yaitu kebijakan terbaik yang terbukti sukses dalam menjalankan tugas pemerintahan dan melayani masyarakat,” ujar Salahuddin. Ia juga memaparkan profil Barito Utara yang memiliki luas wilayah 8.300 km² dengan potensi sumber daya alam melimpah seperti batu bara, gas alam, dan emas, serta proyeksi APBD yang terus meningkat hingga mencapai angka Rp3,4 triliun pada 2026.
Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, menyambut hangat rombongan dan menyatakan bahwa forum ini merupakan sarana strategis untuk saling menginspirasi. Bupati menekankan bahwa kemajuan daerah di era sekarang sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia dan kemampuan aparatur untuk terus berinovasi.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Gunungkidul juga berbagi sejumlah kebijakan inovatif yang diterapkan di wilayah Gunungkidul, seperti pemberdayaan UMKM Lokal, Kewajiban menyajikan panganan lokal non-gandum (seperti olahan ketela, ubi, pisang, dan porang) di setiap acara pemerintahan guna mendukung petani dan pelaku UMKM lokal.
“Kita juga memberlakukan kebijakan penggunaan tanaman hidup sebagai pengganti karangan bunga atau styrofoam dalam pemberian ucapan atau hampers.” kata Bupati Endah.
Adapun fokus materi kaji tiru ini mencakup pengelolaan infrastruktur, pengawasan berbasis digital, penguatan koperasi dan UMKM, tata kelola pendidikan, hingga strategi pengentasan kemiskinan ekstrem dan penurunan stunting.
Kegiatan ini ditutup dengan sesi diskusi terbuka antar-perangkat daerah dan tukar-menukar cendramata antara Pemerintah Kabupaten Barito Utara dan Pemerintah Kabupaten Gunungkidul sebagai simbol penguatan sinergi dan kolaborasi antar-daerah.


