
Gunungkidul,REDAKSI17.COM – Pemerintah Kalurahan Baleharjo sukses menyelenggarakan upacara adat Bersih Desa atau Rasul pada tahun 2026 sebagai bentuk perwujudan rasa syukur dan pelestarian budaya lokal. Acara yang berlangsung khidmat di Balai Kalurahan Baleharjo, Senin, (18/5/2026) ini dihadiri langsung oleh Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, beserta jajaran pejabat daerah lainnya.
Lurah Baleharjo, Agus Sulistyo, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi mendalam atas kehadiran para tamu undangan, termasuk Kapolres Gunungkidul, Dandim 0730/Gunungkidul, Panewu Wonosari, serta Kepala Kundha Kabudayan. Ia menekankan bahwa kehadiran para pejabat tersebut menjadi pendorong semangat bagi warga Baleharjo dalam menjalankan tradisi tahunan ini.
Agus Sulisyo juga menyampaikan terima kasih khusus kepada pihak kepolisian dan TNI atas dukungan perizinan dan keamanan, terutama terkait kebijakan penutupan jalan yang diperlukan demi kelancaran prosesi adat.

“Mewakili pemerintah kalurahan, kami memohon maaf kepada masyarakat jika kegiatan ini sempat mengganggu arus lalu lintas, namun semua dilakukan demi kelancaran doa bersama kita,” ungkapnya.
Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, dalam pidatonya memberikan makna mendalam bagi tradisi Kenduri Rasul ini. Bupati menegaskan bahwa upacara ini bukan sekadar ritual formal, melainkan wujud nyata dari budaya gotong royong dan kerukunan yang masih kental di tengah masyarakat.
“Tradisi Rasul dapat menjadi sarana untuk menyatukan cipta, rasa, dan karsa warga guna membangun daerah yang lebih baik.” ujar Bupati.
Acara inti ditandai dengan doa bersama dan kenduri yang dipimpin oleh tokoh adat setempat, Mujianto. Doa-doa dipanjatkan agar seluruh warga Baleharjo diberikan kesehatan, keharmonisan (guyub rukun), serta keberkahan rezeki yang melimpah.
Secara khusus, doa dipanjatkan agar rezeki warga didekatkan dan dimudahkan, baik yang berasal dari langit maupun dari bumi.Harapan besar disematkan agar seluruh perangkat kalurahan diberikan kekuatan dalam melayani masyarakat, sehingga tercipta kondisi wilayah yang “tata titi tentrem, gemah ripah loh jinawi.
“Kegiatan ini ditutup dengan semangat pelestarian budaya yang kuat, selaras dengan semboyan yang digaungkan, “Salam Budaya, Lestari Budayaku”. Perayaan Bersih Desa Baleharjo 2026 ini kembali membuktikan bahwa kekuatan tradisi mampu menjadi perekat sosial sekaligus motor penggerak semangat pembangunan di Kabupaten Gunungkidul.



