Yogyakarta,REDAKSI17.COM – Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X mengharapkan adanya pendampingan kepada para siswa SMK yang magang ataupun lulusan SMK yang bekerja di luar negeri. Pendampingan ini pun harus dilakukan penuh, sejak awal hingga akhir masa magang/kerja.
“Pendampingan ini sebagai bentuk tanggung jawab kita juga terhadap mereka. Jadi yang saya inginnya tidak hanya soal mendapat pekerjaan saja, tapi bagaimana jaminan kesehatan dan kecelakaan kerja mereka selama di sana. Mereka ini juga anak-anak kita,” ungkap Sri Paduka saat menerima kunjungan Direktur Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Kemendikdasmen RI, Arie Wibowo Khurniawan.
Rombongan Kemendikdasmen RI diterima Wakil Gubernur DIY pada Senin (05/10) di Gedhong Pareanom, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta. Turut mendampingi Sri Paduka, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga DIY, Raden Suci Rohmadi.
Sri Paduka mengatakan, selain verifikasi dan validasi tenaga kerja, filterisasi pekerjaan juga bisa dilakukan. Hal ini agar keselamatan para pekerja muda di negara tujuan juga lebih terjamin. Dan tidak hanya bekal skill dan bahasa, para pekerja maupun calon magang juga bisa diberikan edukasi singkat mengenai pentingnya legalitas.
“Karena itu, kami mohon bantuannya, karena apapun yang terjadi, mereka anak kami. Mereka memang membutuhkan pekerjaan, tapi pekerjaan bukan segalanya. Kami sendiri selalu berupaya untuk berhati-hati pada setiap program pengiriman tenaga kerja ke luar negeri seperti ini,” imbuh Sri Paduka.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur SMK Kemendikdasmen RI, Arie Wibowo Khurniawan mengatakan, terdapat sekitar 2.000 siswa magang dan pekerja luar negeri yang akan dilepas tahun ini. Pelepasan ini rencananya akan digelar para 29 Oktober 2026 di UNY, sebelum diberangkatkan ke beberapa negara seperti Jepang, Korea Selatan, Jerman, serta ke beberapa Negara di Eropa Timur dan Timur Tengah.
“Program magang seperti ini biasanya dibentuk oleh sekolah. Dan kami memang mendorong sekolah untuk membuat program-program semacam ini. Kami memberikan bantuan berupa subsidi uang dan tes kesehatan. Pihak sekolah yang melakukan persiapan mulai dari pembekalan skill anak, kursus bahasa dan pengenalan budaya,” ungkapnya.
Arie pun mengatakan, pihaknya juga turut memastikan keberlangsungan program magang dan kerja di luar negeri ini. Dan para siswa yang melakukan magang, didorong untuk tetap bisa kuliah sambil bekerja, demi masa depan mereka.
HUMAS DIY




