MERGANGSAN,REDAKSI17.COM – Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan, memberikan apresiasi kepada warga Keparakan Lor yang terus menjaga dan melestarikan tradisi budaya melalui gelaran Kenduri Suro Merti Kampung 2026.
Kegiatan yang mengusung tema “Lestarikan Tradisi Raih Berkah Jalin Kebersamaan” tersebut berlangsung selama dua hari mulai tanggal 15–16 Juni 2026, di Balai Gedung RW 09 Keparakan Lor, Kota Yogyakarta.
Pada gelaran Merti Kampung tersebut, disajikan berbagai macam makanan, mulai dari apem, ayam, buah-buahan, hingga sayur-sayuran yang didoakan bersama, kemudian dibagikan kepada warga sebagai wujud rasa syukur dalam menyambut Malam Satu Suro.
Dalam sambutannya, Wawan Harmawan menyampaikan bahwa pelestarian budaya harus terus diiringi dengan upaya mengembangkan berbagai potensi yang dimiliki masyarakat, baik potensi seni budaya maupun ekonomi.
“Bisa kita coba diingatkan potensi-potensi yang ada, baik potensi budaya, seni maupun ekonomi bisa kita cari bersama, insyaallah saya hadir,” jelas Wawan Harmawan saat memberikan sambutan, Senin (15/6).
Menurutnya, semangat gotong royong yang masih kuat di tengah masyarakat Keparakan Lor menjadi modal utama untuk membangun kampung yang maju dan berkembang.
“Modal utama yang saya sudah lihat di sini adalah bahwa di Kampung Keparakan Lor ini masyarakatnya gotong royongnya masih sangat kental. Ini sudah modal utama. Kalau suatu tempat itu kekompakan dan gotong royongnya masih ada, berarti kampung itu masih sangat bisa diharapkan tumbuh dan berkembang,” ungkapnya.

Pada momentum peringatan Malam Satu Suro yang bertepatan dengan 1 Muharram dalam kalender Hijriah, Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk memanjatkan doa agar senantiasa diberikan kesehatan, keselamatan, serta kemajuan bagi Kota Yogyakarta.
“Mari kita sama-sama berdoa memohon kepada Yang Maha Kuasa agar selalu diberikan kesehatan dan keselamatan serta dijauhkan dari marabahaya. Semoga Kota Yogyakarta selalu diberikan kemudahan dan kemajuan, khususnya kemajuan ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Ia juga mengajak warga untuk terus menggerakkan perekonomian berbasis masyarakat melalui berbagai kegiatan yang berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan warga.
“Mari kita sama-sama bangkit. Mari sama-sama kita gandeng gendong agar ekonomi kita bisa berkembang. Saya berharap UKM kita bisa lebih maju lagi,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Kenduri Suro 2026, Nicolas Kuslantri Harwanto, mengatakan rangkaian kegiatan Kenduri Suro Merti Kampung diawali pada Senin malam (15/6) dengan doa bersama, yasinan dan mujadah, dilanjutkan larungan di Kali Code serta makan kembul bersama warga sebagai simbol kebersamaan dan rasa syukur.
Sementara itu, pada hari Selasa 16 Juni 2026 masyarakat akan disuguhi berbagai kegiatan budaya, antara lain gelar budaya, tari tradisional, penampilan Gamelan Ngudi Laras, kirab bregodo dan potensi wilayah, serta rayahan gununganyang menjadi puncak acara.
“Pelaksanaan kegiatan berlangsung dua hari, tanggal 15 dan 16 Juni. Ini sudah yang keenam kalinya kami mengadakan Kenduri Suro seperti ini dan baru kali ini dirawuhi langsung oleh Bapak Wakil Wali Kota Yogyakarta,” ujarnya.
Pihaknya menjelaskan, tradisi Kenduri Suro yang saat ini dilaksanakan merupakan upaya warga untuk menghidupkan kembali tradisi lama Keparakan Lor yang sempat hilang dan hampir punah.
“Dulu pernah ada pada zaman para sesepuh, kemudian hilang. Kami yang masih ada sedikit generasi penerus mencoba menghidupkan kembali tradisi ini supaya anak-anak dan generasi muda mengenal tradisi asli Keparakan Lor serta ikut nguri-uri budaya,” katanya.

Ia berharap kegiatan tersebut mampu memperkuat persatuan masyarakat tanpa memandang latar belakang sosial maupun agama. “Harapan kami sesuai tema yang diusung, masyarakat bisa hidup harmonis dan selaras. Tidak ada jarak antara kaya dan miskin ataupun perbedaan agama. Semua bersatu membangun Keparakan Lor lebih maju sekaligus memberikan teladan kepada generasi muda untuk mencintai budaya dan berakhlak baik,” ungkapnya.