MANTRIJERON,REDAKSI17.COM – Sebanyak 191 calon purna tugas Pemerintah Kota Yogyakarta mengikuti kegiatan Pembekalan Calon Purna Tugas Pemerintah Kota Yogyakarta Tahun 2026 yang diselenggarakan selama dua hari di The Alana Hotel Malioboro Yogyakarta, Rabu (17/6).
Peserta berasal dari 33 perangkat daerah dan unit kerja di lingkungan Pemkot Yogyakarta yang akan memasuki masa purna tugas terhitung mulai 1 September 2026 hingga 1 Juni 2027.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Yogyakarta tersebut bertujuan mempersiapkan para aparatur sipil negara (ASN) menghadapi masa pensiun secara matang, baik dari aspek administratif, psikologis, sosial, maupun ekonomi.
Dalam sambutannya, Penjabat Sekretaris Daerah Kota Yogyakarta, Dedi Budiono menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh calon purna tugas atas dedikasi dan pengabdian yang telah diberikan selama puluhan tahun kepada Pemerintah Kota Yogyakarta dan masyarakat.
“Kami ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas pengabdian Bapak Ibu semua. Ada yang telah mengabdi 30 tahun, 40 tahun, bahkan lebih. Ini adalah perjalanan panjang sebagai pelayan masyarakat yang telah memberikan kontribusi terbaik untuk kemajuan bangsa,” ujarnya.
Ia menilai masa pensiun harus dipersiapkan dengan baik agar para purna tugas tetap sehat, mandiri, dan produktif. Berdasarkan berbagai kajian yang disampaikannya, masih terdapat pensiunan yang bergantung pada keluarga maupun hanya mengandalkan penghasilan pensiun untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Penjabat Sekretaris Daerah Kota Yogyakarta, Dedi Budiono saat memberikan sambutan pada Pembekalan Calon Purna Tugas Pemerintah Kota Yogyakarta Tahun 2026 yang diselenggarakan selama dua hari di The Alana Hotel Malioboro Yogyakarta, Rabu (17/6).

Karena itu, Dedi berharap para calon purna tugas dapat memanfaatkan pengalaman dan kompetensi yang dimiliki untuk tetap berkarya di tengah masyarakat.
“Harapannya alumni Pemkot Yogyakarta tetap menjadi alumni yang produktif dan tidak membebani keluarga. Tetap sehat, aktif, dan mengoptimalkan potensi yang dimiliki, baik menjadi konsultan, mentor, pengajar, pelaku UMKM, relawan, maupun kegiatan produktif lainnya,” ungkapnya.
Dedi juga menyoroti kondisi Kota Yogyakarta yang telah memasuki kategori aging population atau populasi lanjut usia yang tinggi. Dengan meningkatnya angka harapan hidup dan menurunnya angka kelahiran, menurutnya para pensiunan memiliki peluang besar untuk terus berkontribusi melalui pengalaman dan pengetahuan yang dimiliki.
Selain tetap produktif secara ekonomi, para pensiunan juga diharapkan dapat berperan aktif dalam kehidupan sosial kemasyarakatan. Menurut Dedi, pengalaman panjang selama menjadi ASN dapat menjadi modal untuk mendampingi generasi muda, berkontribusi dalam kegiatan lingkungan, maupun menjadi penggerak berbagai aktivitas sosial.
Dalam kesempatan tersebut, Dedi juga mengajak para calon purna tugas untuk tetap menjalin komunikasi dan silaturahmi melalui Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri). “Para pensiunan ASN masih dapat bergabung sebagai anggota luar biasa Korpri dan memanfaatkan berbagai program pemberdayaan yang telah disiapkan, termasuk pendampingan usaha melalui Kios Korpri Yogyakarta Official Store” ujarnya.

191 calon purna tugas Pemerintah Kota Yogyakarta mengikuti kegiatan Pembekalan Calon Purna Tugas Tahun 2026.

Melalui kegiatan pembekalan ini, Ia berharap seluruh calon purna tugas dapat memasuki masa pensiun dengan kesiapan yang lebih baik serta mampu menjalani kehidupan yang sehat, aktif, produktif, dan sejahtera. “Pensiun bukan akhir dari pengabdian, tetapi awal dari peran baru yang tetap memberikan manfaat bagi keluarga, masyarakat, dan lingkungan sekitar,” jelas Dedi.
Sekretaris BKPSDM Kota Yogyakarta, Fatmah Rosiati mengatakan, masa pensiun tidak seharusnya dipandang sebagai akhir dari pengabdian, melainkan awal dari peran baru yang tetap produktif dan bermakna di tengah masyarakat.
“Setelah bertahun-tahun mengabdikan tenaga, pikiran, dan dedikasi untuk negara serta masyarakat, setiap aparatur akan memasuki babak kehidupan baru yang menghadirkan berbagai peluang untuk tetap berkarya, berbagi pengalaman, dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar,” ujarnya.
Menurut Fatmah, berbagai pengalaman, kompetensi, serta nilai-nilai pengabdian yang telah dibangun selama masa kedinasan merupakan modal berharga untuk menjalani masa purna tugas. Karena itu, Pemkot Yogyakarta merasa perlu memberikan pembekalan sebagai bentuk tanggung jawab organisasi dalam mengawal perjalanan karier pegawai hingga memasuki masa pensiun.
Pihaknya menjelasakan, di hari pertama, peserta mendapatkan materi mengenai ketentuan pensiun, Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera), kewirausahaan, serta petunjuk teknis administrasi pensiun. “Materi tersebut diharapkan dapat memberikan pemahaman menyeluruh mengenai hak dan kewajiban pegawai menjelang purna tugas”jelasnya.

Sementara pada hari kedua, peserta mengikuti pelatihan keterampilan sesuai minat masing-masing, antara lain tata boga, budidaya hidroponik anggrek, peternakan, hingga pengembangan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). “Semoga dengan pelatihan tersebut dapat membuka wawasan peserta mengenai berbagai peluang usaha dan aktivitas produktif yang dapat dikembangkan setelah pensiun,” imbuhnya.