Umbulharjo,REDAKSI17.COM – Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan, mengajak jajaran Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kota Yogyakarta beserta mitra kerjanya untuk terus memperkuat budaya kerja berintegritas sebagai fondasi pelayanan publik yang bersih, profesional, dan bebas dari praktik korupsi.
Hal tersebut disampaikan Wawan saat membuka Sosialisasi dan Konsolidasi Reformasi Birokrasi dalam Rangka Pencegahan Korupsi bertema “Menumbuhkan Budaya Kerja Berintegritas untuk Pelayanan Sosial, Ketenagakerjaan, dan Transmigrasi yang Bersih dan Profesional” di Ruang Bima Balai Kota Yogyakarta, Rabu (17/6).
Menurut Wawan, upaya pencegahan korupsi harus dimulai dari perubahan pola pikir, baik pada level individu, organisasi maupun ekosistem kerja secara keseluruhan. Integritas, katanya, harus diwujudkan melalui kejujuran, disiplin, kepatuhan terhadap aturan, serta keberanian menolak gratifikasi dan suap.
“Kita harus bekerja sesuai mekanisme dan aturan yang berlaku. Jangan sampai karena kelalaian administrasi justru menimbulkan persoalan. Budaya integritas harus menjadi bagian dari keseharian dalam bekerja,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa seluruh pelayanan dan proses pengambilan keputusan di lingkungan Pemerintah Kota Yogyakarta harus berjalan secara transparan dan sesuai prosedur. Karena itu, ia meminta pegawai maupun mitra kerja tidak mudah percaya apabila ada pihak yang mengatasnamakan dirinya atau pejabat lain untuk kepentingan tertentu.
“Kalau ada yang mengaku-ngaku orang saya dan meminta perlakuan khusus, jangan dipercaya. Semua harus melalui prosedur dan koordinasi yang benar,” tegasnya.

Wawan berharap Dinsosnakertrans dapat terus menjadi salah satu perangkat daerah yang menjadi teladan dalam tata kelola pemerintahan yang baik. Menurutnya, organisasi yang kuat adalah organisasi yang mampu menjaga kualitas pelayanan dan kinerja meski terjadi pergantian kepemimpinan.
Selain itu, ia mendorong seluruh jajaran Dinsosnakertrans untuk aktif menghadirkan solusi bagi masyarakat, terutama di bidang sosial dan ketenagakerjaan yang memiliki tantangan semakin kompleks.
“Kita jangan hanya bekerja secara administratif, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata dan manfaat yang dirasakan masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinsosnakertrans Kota Yogyakarta, Maryustion Tonang, mengatakan kegiatan tersebut merupakan agenda rutin yang dilaksanakan sebagai sarana penguatan integritas sekaligus peningkatan kualitas pelayanan publik bagi pegawai dan mitra kerja.
Ia menyebut komitmen pelayanan yang selama ini dijalankan telah menghasilkan sejumlah capaian positif. Salah satunya, Pemerintah Kota Yogyakarta masuk tiga besar nasional dalam penilaian kepatuhan penyelenggaraan pelayanan publik oleh Ombudsman Republik Indonesia.
“Di dalam capaian tersebut terdapat kontribusi Dinsosnakertrans. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” ujar Maryustion.

Selain itu, Dinsosnakertrans juga turut mengantarkan Pemerintah Kota Yogyakarta meraih Paritrana Award atas keberhasilan meningkatkan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, serta memperoleh berbagai penghargaan di bidang kearsipan, keterbukaan informasi publik, dan tata kelola pemerintahan.
Kegiatan ini diikuti oleh jajaran Dinsosnakertrans Kota Yogyakarta bersama berbagai mitra, di antaranya Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat (IPSM), Karang Taruna, TKSK, LK3 Sekar Melati, BKK, P3KMI, LPK, KSPSI DIY, serta sejumlah unsur pelayanan sosial dan ketenagakerjaan lainnya.
Maryustion berharap seluruh jajaran dan mitra kerja semakin memahami pentingnya budaya integritas serta mampu menerapkannya dalam setiap pelaksanaan tugas dan pelayanan kepada masyarakat.