Menurut Denny, DGWG akan berkomunikasi dengan berbagai pihak di pasar modal, termasuk lembaga profesi penunjang dan investor. Langkah ini dilakukan untuk mencari solusi agar saham DGWG bisa keluar dari kategori HSC.
Perseroan berharap status HSC tersebut dapat segera berakhir sehingga saham DGWG tetap masuk dalam perhitungan IHSG.
Denny menegaskan, DGWG berkomitmen menerapkan tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG) serta mendukung terciptanya iklim investasi yang sehat.
Sebelumnya, BEI menyatakan saham-saham yang masuk kategori HSC akan dikeluarkan dari perhitungan IHSG. Kebijakan ini ditujukan untuk membuat indeks lebih mencerminkan kondisi pasar saham secara wajar.
Sebelumnya, Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik menyebut terdapat sekitar 80 saham yang masuk kategori HSC. Secara keseluruhan, saham-saham tersebut menyumbang sekitar 18% terhadap IHSG.
BEI memperkirakan kebijakan tersebut mulai diterapkan pada November 2026.
Aturan ini membuat status HSC menjadi perhatian bagi emiten yang masuk dalam daftar tersebut. Perusahaan perlu memperhatikan struktur kepemilikan saham dan kualitas perdagangannya agar tetap memenuhi ketentuan yang berlaku.








