Kulon Progo,REDAKSI17.COM – Sebanyak 70 penyandang Disabilitas Psikososial (ODDP) mengikuti perjalanan inklusif dengan menjajal layanan kereta api bandara menuju Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, Selasa (27/10/2026). Kegiatan yang digelar Pemda DIY melalui Dinas Sosial bekerja sama dengan PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) dan PT Angkasa Pura Indonesia ini merupakan bagian dari peringatan Hari Kesehatan Jiwa Sedunia.
Kepala Dinas Sosial DIY, Sunaryo mengungkapkan, kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian dinas sosial terhadap penyandang disabilitas untuk ikut menikmati fasilitas publik. “Ini langkah nyata untuk mengurangi, bahkan menghapus diskriminasi pada teman-teman kami agar bisa menikmati fasilitas yang disediakan negara seperti masyarakat pada umumnya,” ujarnya.
Sunaryo menegaskan, kolaborasi tersebut merupakan yang pertama kalinya dan berharap tidak berhenti pada kegiatan rekreasi saja, namun peserta bisa belajar dan mampu beradaptasi dengan masyarakat khususnya di ruang publik. Selain itu, ia juga meminta agar peserta mendapatkan pendampingan penuh selama kegiatan, sehingga tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.
Setibanya di YIA, para peserta disambut baik oleh petugas Angkasa Pura Service. Airport Operation, Services, and Security Division Head, Rahmat Febrian Syahrani menyebut, YIA telah menyediakan sejumlah fasilitas inklusif antara lain terdapat Guiding Block, layanan SOS, dan ruang tunggu khusus di tiap area ceck-in serta gerbong pemberangkatan.
“Kunjungan seperti ini menjadi bahan evaluasi kami ke depannya untuk meningkatkan kualitas layanan inklusif,” ujar Rahmat.
Rahmat menyebut, pihaknya telah bekerja sama dengan Dinas Sosial dan PT KAI untuk terus bersinergi mendukung kesejahteraan teman-teman ODDP sehingga bisa mendapatkan fasilitas yang sama dengan masyarakat pada umumnya. “Kita perlu meningkakan pelayanan, sehingga bandara hadir di tengah masyarakat dengan pelayanan yang prima,” tutup Rahmat.
Sementara itu, salah satu peserta, Muhammad Soleh, menceritakan manfaat yang ia rasakan langsung dari kegiatan tersebut. Menurutnya kegiatan seperti itu sangat membantu teman-teman yang ada di balai untuk menjaga kesehatan mentalnya.
“Kita bisa leluasa melihat lingkungan luar, soalnya selama ini di dalam terus,” jelas Soleh.
Di sisi lain, Soleh juga menilai pelayanan bandara dan kereta api sudah sudah ramah dan inklusif. Namun, ia juga berharap fasilitas dan pelayananya terus ditingkatkan sehingga bisa memberikan kenyamanan penuh bagi teman-temn disabilitas.
Soleh juga berharap dinas sosial terus memberikan dukungan atas kesembuhan teman-teman yang masih membutuhkan pendampingan dan penanganan secara intens. Ia juga turut memberikan motivasi untuk teman-teman rehabilitasi agar jangan minder, karena setiap orang sakit bisa sembuh, begitu sebaliknya.
“Yang paling penting kita bisa berusaha, semoga teman-teman yang ada di balai bisa sembuh seperti saya, sehingga bisa beraktifitas dan bekerja kembali,” tutup Soleh dengan penuh harap.
Humas Pemda DIY







