Pelatihan Barista Bekali Siswa SKB Kota Yogyakarta Hadapi Dunia Kerja

GONDOMANAN,REDAKSI17.COM – Satuan Pendidikan Nonformal (SPNF) Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kota Yogyakarta membekali siswanya dengan keterampilan barista melalui pelatihan di LPK Duta Persada sejak 18 Agustus hingga 26 Oktober 2026. Rangkaian pelatihan tersebut ditutup dengan uji kompetensi pada Selasa (27/10/2026), sebagai upaya meningkatkan kesiapan siswa memasuki dunia kerja sekaligus mendorong kemandirian melalui kewirausahaan.

Kepala UPT SPNF SKB Kota Yogyakarta, Sudijarto, mengatakan pelatihan barista menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan kompetensi siswa agar lebih siap memasuki dunia kerja. Menurutnya, keterampilan tersebut memiliki prospek menjanjikan seiring berkembangnya industri kuliner dan pariwisata.

“Kita berharap ini tidak menjadi yang pertama dan terakhir, tapi menjadi program yang berkelanjutan. Kami juga mengadakan pelatihan tata boga, pastry dan bakery,” ujarnya.

Peserta Pelatihan Barista Siswa SPNF SKB Kota Yogyakarta.

Ia menjelaskan, kebutuhan tenaga barista terbuka di berbagai sektor, mulai dari kafe, restoran hingga hotel. Selain bekerja di dalam negeri, lulusan SKB juga memiliki peluang untuk berkarier di luar negeri.

Sudijarto mendorong para peserta agar tidak hanya berorientasi menjadi pekerja, tetapi juga berani mengembangkan usaha sendiri setelah memiliki keterampilan dan pengalaman yang cukup.

Kepala UPT SPNF SKB Kota Yogyakarta Sudijarto.

“Kalau merasa ingin berkembang dan tidak hanya bekerja dengan orang lain, silakan membuka usaha sendiri. Kami sangat mendukung dan mendorong teman-teman agar setelah pelatihan ini bisa berkarier sebagai barista,” katanya.

Ia menambahkan, peserta juga direncanakan mengikuti program magang untuk memperkuat pengalaman dan memberikan bekal praktik secara langsung di dunia kerja. Keberlanjutan program ini diharapkan dapat memperluas kesempatan siswa dalam mengembangkan kompetensi sesuai kebutuhan industri.

Uji Kompetensi Barista Siswa SPNF SKB Kota Yogyakarta.

Sementara itu, Pimpinan LPK Duta Persada, Bambang Hario Prabowo, berpesan agar peserta memanfaatkan keterampilan yang telah diperoleh sebagai modal untuk mengembangkan diri dan meraih peluang kerja.

Ia juga mendorong peserta mengikuti uji kompetensi dengan percaya diri serta menunjukkan kemampuan terbaik setelah menjalani rangkaian pelatihan.

“Semoga kolaborasi dengan LPK Duta Persada dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.

Salah satu peserta, Tinton Oky Nur Azis.

Salah satu peserta, Tinton Oky Nur Azis (25), mengaku tertarik mengikuti pelatihan karena ingin mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja setelah menyelesaikan pendidikan. Saat ini, ia merupakan siswa program Paket C kelas XII di SKB Kota Yogyakarta.

“Saya berpikir untuk menjamin karier masa depan, penting untuk mengikuti pelatihan, salah satunya pelatihan barista ini,” tuturnya.

Peserta Uji Kompetensi Barista Siswa SPNF SKB.

Menurut Tinton, antusiasme siswa untuk mengikuti pelatihan cukup tinggi. Namun, keterbatasan kuota membuat peserta harus melalui proses seleksi, termasuk mempertimbangkan keseriusan dan kesiapan mereka mengikuti pelatihan.

“Semoga kita para peserta dapat menyelesaikan uji kompetensi dengan hasil memuaskan, keterampilan yang diperoleh bisa dimanfaatkan untuk membuka peluang karier setelah lulus sekolah,” harapnya.

Melalui kolaborasi antara SPNF SKB Kota Yogyakarta dan LPK Duta Persada, pelatihan ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam memperkuat keterampilan vokasional siswa pendidikan nonformal sekaligus memperluas akses mereka terhadap dunia kerja dan kewirausahaan.