UMBULHARJO,REDAKSI17.COM – Pemerintah Kota Yogyakarta mengupayakan penambahan jumlah Warung Milik Rakyat (Wamira) di wilayah. Terutama yang terintegrasi sebagai unit usaha Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP). Keberadaan Wamira tidak hanya mendekatkan masyarakat untuk mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Tapi juga berperan untuk mengendalikan inflasi daerah karena harus menjual produk kebutuhan pokok sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET).
Kepala Bidang Ketersediaan Pengawasan dan Pengendalian Perdagangan Dinas Perdagangan Kota Yogyakarta Sri Riswanti mengatakan akan mengembangkan 14 Wamira KKMP pada tahun 2026. Kini Dinas Perdagangan Kota Yogyakarta tengah memproses pengembangan menuju 14 KKMP Wamira. Saat peluncuran Wamira KKMP pada akhir Mei 2026, ada 5 KKMP yang telah bergabung dalam program Wamira yaitu KKMP Giwangan, KKMP Purwokinanti, KKMP Cokrodiningratan, KKMP Prawirodirjan dan KKMP Klitren.
“Saat ini dalam proses menuju empat belas Wamira KKMP. Yang sudah berjalan bagus ada empat Wamira. Yang lainnya masih proses dan semoga segera menyusul,� kata Riswanti saat dikonfirmasi, pada Rabu (4/11/2026).
Empat Wamira KKMP yang dinilai sudah berjalan bagus itu adalah Giwangan, Purwokinanti, Patehan dan Kricak. Dinas Perdagangan Kota Yogyakarta bertugas menghubungkan antara KKMP dengan distributor pangan seperti Bulog untuk memotong jalur transportasi agar harga jual lebih murah. Termasuk memantau dan menjamin ketersediaan produk di Wamira serta mengawasi penjualan produk kebutuhan pokok harus sesuai HET. Pihaknya memastikan kelancaran pasokan produk ke Wamira.
“Pasokan dari Bulog dan mitra distributor lancar. Pelaku usaha Wamira harus membuat pakta integritas yang berisi kesanggupan-kesanggupan dan risiko jika melanggar seperti menjual di atas HET. Kami juga melakukan pengawasan dengan supervisi ke lapangan dan meminta pelaku usaha Wamira membuat laporan bulan. Kami juga mengimbau masyarakat melaporkan jika ada Wamira KKMP yang menjual di atas HET,� terangnya.
Wamira juga berperan untuk mengendalikan inflasi daerah. Riswanti menyatakan Wamira bagian dari Program Mrantasi yakni Masyarakat Lan Pedagang Tanggap Inflasi. Oleh sebab itu kepatuhan harga sesuai HET, mekanisme distribusi tidak mencurah dan menimbun serta harus menjual kepada konsumen akhir serta ketentuan lain menurutnya sangat penting. “Untuk mengendalikan inflasi daerah, Wamira sebagai warung rujukan harga menjual bahan kebutuhan pokok setinggi-tingginya HET. Jadi turut menciptakan stabilisasi harga,� tambah Riswanti.
Sementara itu Ketua KKMP Giwangan Sudaryanto menjelaskan sejak Wamira KKMP Giwangan diluncurkan pada akhir Mei 2026, omzet penjualan produk terus meningkat. Pada Juni omzet baru sekitar Rp 10 juta dan pada Oktober 2026 omzet sudah mencapai sekitar Rp 40 juta. Produk yang paling dicari masyarakat adalah kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, gula dan tepung karena harganya lebih murah. Dicontohkan minyak goreng Minyakita di Wamira KKMP dijual seharga Rp 15.700/liter, sedangkan di pasaran harganya sekitar Rp 17.500/liter.
“Perkembangan Wamira cukup baik dan omzet meningkat. Dari omzet yang didapat, sudah ada untung dibandingkan modal kami. Suplai barang juga lancar. Konsumen tidak hanya dari masyarakat Giwangan, tapi juga dari sekitar seperti Kotagede. Terutama para penjual gorengan karena mencari harga minyak goreng yang lebih murah,� papar Sudaryanto.
Sudaryanto menegaskan komitmen Wamira KKMP Giwangan untuk mengendalikan inflasi daerah sehingga menjual produk bahan pokok sesuai HET. Termasuk melakukan pembatasan jumlah produk yang dibeli oleh masyarakat sesuai dengan kebutuhan dan selektif. Misalnya konsumen dari penjual gorengan jumlah minyak disesuaikan kebutuhan secara wajar. Menurutnya kunci Wamira bisa berjalan adalah harus ada semangat dari pengurus dalam menjalankan usaha. KKMP Giwangan juga berusaha mencari distributor pangan selain dari Bulog yang menjual produk paling murah agar masyarakat mendapat harga terjangkau.
“Konsekuensinya warung itu melayani masyarakat sehingga harus siap dengan waktu standby. Kami pengurus menjaga dan melayani Wamira secara bergantian. Di Wamira kami juga menjual produk sabun Giwangan dan sedang mengusulkan untuk jadi agen air minum dalam kemasan Air Yogyakarta (Ayo) PDAM Tirtamarta,� pungkasnya.






