Umbulharjo,REDAKSI17.COM – Sebanyak 90 pelajar dari 30 SMP se-Kota Yogyakarta mengikuti Seleksi Lomba Cerdas Cermat Keselamatan dan Ketertiban Lalu Lintas di Ruang Bima Balai Kota, Rabu (2/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi tahapan awal untuk memilih lima sekolah yang akan melaju ke babak final.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta Agus Arif Nugroho mengatakan, lomba tidak hanya menjadi ajang menguji pengetahuan pelajar mengenai keselamatan dan ketertiban lalu lintas, tetapi juga melatih kesiapan mental dalam menghadapi kompetisi.
“Kadang kita tahu jawabannya, tapi tidak bisa menjawab karena nervous, deg-degan, dan lain-lain. Oleh karena itu, lomba cerdas cermat ini menjadi bagian dari cara kita mengurangi emosi dan melatih kesiapan,” ujarnya.
Agus menambahkan, kompetisi juga mengajarkan pelajar untuk mampu bersikap sportif, baik ketika memperoleh kemenangan maupun saat belum berhasil menjadi juara. Menurutnya, kemampuan untuk siap menang dan siap kalah merupakan bagian penting dalam membangun jiwa kompetisi yang sehat.
“Bukan berarti yang kalah itu tidak mampu. Dalam kompetisi pasti ada sportivitas. Kita harus mencintai sportivitas dalam kompetisi dan menjadi orang yang sportif, menang dengan cara yang benar,” katanya.
Pihaknya berharap kegiatan tersebut dapat meningkatkan pengetahuan dan kesadaran pelajar mengenai pentingnya keselamatan berlalu lintas. Edukasi tersebut tidak berhenti pada perlombaan, tapi diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun keluarga.
“Gunakan waktu dengan baik dan keluarkan semua pengetahuan yang ada dari teman-teman di sekolah. Harapannya, anak-anak SMP di Kota Yogyakarta menjadi anak-anak yang peduli terhadap keselamatan,” ujarnya.
Dari hasil seleksi, lima sekolah dengan peringkat terbaik berhak melanjutkan ke babak grand final yang akan digelar pada 11 September 2026. Kelima sekolah tersebut yakni SMP Budya Wacana, SMPN 6 Yogyakarta, SMP Kristen Kalam Kudus Yogyakarta, SMPN 5 Yogyakarta, dan SMP IT Abu Bakar Yogyakarta.
Salah satu peserta dari SMP Budya Wacana, Gabriel Axel Pradana, mengaku bangga sekolahnya berhasil menjadi salah satu peserta dengan hasil terbaik. Bersama dua rekannya, Daniel Putra Raditya dan Fania Natacia Gunawan, ia mempersiapkan diri sekitar satu minggu sebelum mengikuti seleksi.
“Persiapannya kurang lebih satu minggu. Kami mengambil waktu jam pelajaran untuk latihan. Saat mengerjakan juga sempat grogi,” kata Gabriel.
Untuk menghadapi grand final, ketiganya akan kembali memperdalam materi keselamatan dan ketertiban lalu lintas. Selain mempelajari materi dari perlombaan sebelumnya, mereka juga berlatih melalui kuis dan soal-soal latihan.
“Untuk persiapan final, kami akan belajar lagi dan lebih semangat. Kami juga akan latihan praktik, seperti pemberian aba-aba dan P3K,” ujarnya.
Gabriel berharap kegiatan tersebut dapat memberikan dampak lebih luas terhadap keselamatan berlalu lintas, khususnya bagi pelajar. Ia berharap angka kecelakaan lalu lintas di Yogyakarta dapat terus menurun seiring meningkatnya kesadaran generasi muda. Sehingga siswa SMP sampai SMA juga menaati aturan dan tidak menggunakan kendaraan bermotor sebelum memiliki SIM.
Pada babak grand final, peserta tidak hanya dituntut menguasai pengetahuan tentang lalu lintas, tetapi juga dipersiapkan menghadapi materi praktik, termasuk pemberian aba-aba dan pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K).
Selain trofi dan sertifikat yang dapat mendukung prestasi saat mendaftar SMA, peserta juga memperebutkan hadiah pembinaan. Juara pertama mendapat Rp5 juta, juara kedua Rp4,5 juta, juara ketiga Rp4 juta, harapan satu Rp3,5 juta, dan harapan dua Rp3 juta.


