Gedongkiwo,REDAKSI17.COM-Pemerintah Kota Yogyakarta terus mendorong penguatan ekosistem ekonomi dan iklim usaha yang sehat, kompetitif, serta mampu membuka lebih banyak peluang bagi tumbuhnya kewirausahaan dan lapangan kerja.
Hal tersebut dikatakan Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan saat membuka acara Jogja Investment Arena #2 – HIPMI Talks and Speed Dating Investor yang digelar di The Jogja Hotel & Conference Center, Selasa (1/9/2026).
Wawan sangat mengapresiasi pelaksanaan Jogja Investment Arena #2 yang dinilai memiliki format lugas, dinamis, khas anak muda, namun tetap mengedepankan profesionalisme.
Menurutnya, forum tersebut tidak sekadar mempertemukan kebutuhan modal dengan ide bisnis, tetapi menjadi sarana membangun kemitraan strategis yang dapat menggerakkan roda perekonomian.
“Bukan sekadar untuk mencocokkan modal keuangan dengan ide bisnis, melainkan untuk membangun kemitraan strategis yang akan menggerakkan roda perekonomian,” ujarnya.
Wawan menyampaikan, penguatan ekosistem ekonomi dan iklim usaha di Jogja membutuhkan kolaborasi berbagai pihak. Seperti pemerintah, organisasi pengusaha, pelaku usaha, investor, hingga mitra strategis memiliki tujuan yang sama, yakni mendorong tumbuhnya kewirausahaan, khususnya wirausaha muda.
“Pertumbuhan jumlah wirausaha baru diharapkan mampu menciptakan lebih banyak lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, menggerakkan roda perekonomian, serta mendukung pertumbuhan ekonomi dan pembangunan daerah maupun nasional,” imbuhnya
Dalam kesempatan tersebut, ia juga menekankan pentingnya peran Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) sebagai organisasi yang menaungi para pengusaha muda.
“HIPMI diharapkan terus tangkas dan gesit dalam menciptakan serta menangkap peluang usaha,” katanya.
Melalui konsep speed dating, proses pertemuan antara pengusaha dengan investor dapat berlangsung lebih cepat dan efisien. Format tersebut sekaligus memangkas jalur birokrasi maupun diskusi yang terlalu panjang dengan mempertemukan langsung inovasi bisnis dengan ekosistem pendanaan yang sesuai.
“Melalui format speed dating ini, kita memotong jalur birokrasi dan diskusi yang bertele-tele. Kita mempertemukan langsung inovasi terbaik dari kader-kader HIPMI dengan ekosistem pendanaan yang tepat secara cepat dan efisien,” jelasnya.
Wawan menyebut para pengusaha yang melakukan pitching dalam kegiatan tersebut telah melalui proses kurasi. Mereka dinilai menjadi representasi bisnis yang adaptif, memiliki model bisnis yang valid, serta dipimpin talenta-talenta muda yang siap mengeksekusi visi bisnisnya di berbagai sektor strategis.
Karena itu, pihaknya mendorong para pengusaha HIPMI memanfaatkan waktu pitching secara maksimal. Para founder diminta mampu menyampaikan esensi bisnis secara tajam, jujur, dan percaya diri.
Menurutnya, investor tidak hanya melihat atau mendanai sebuah ide bisnis. Kredibilitas serta ketangguhan seorang founder juga menjadi bagian penting dalam menentukan kepercayaan investor terhadap sebuah usaha.
“Investor tidak hanya mendanai ide, tetapi mereka mendanai kredibilitas dan ketangguhan Anda sebagai founder,” katanya.
Sementara itu Ketua Umum BPC HIPMI Kota Yogyakarta, Syaiful Uyun menyampaikan Jogja Investment Arena #2 mengusung sejumlah agenda, mulai dari HIPMI Talk, Speed Dating, hingga Business Matching.
Pada kegiatan ini menjadi ruang pertemuan antara pelaku bisnis lokal dengan investor dan mitra strategis.
Forum ini, lanjutnya mempertemukan pemilik bisnis, startup, UMKM, hingga founder dengan investor dalam sebuah pertemuan yang terkurasi untuk memvalidasi model bisnis, memperluas jaringan, sekaligus membuka peluang kerja sama jangka panjang.
“Melalui rangkaian tersebut, peserta dapat memperoleh masukan langsung dari investor, memperluas jaringan, sekaligus membuka peluang investasi dan kerja sama bisnis,” katanya.



