MERGANGSAN,REDAKSI17.COM – Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo menghadiri syawalan pensiunan ASN Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Indonesia (BKKBN) di wilayah Kota Yogyakarta yang tergabung dalam Paguyuban Juang Kencana, pada Senin (13/4/2026). Dalam kesempatan itu Hasto mengajak anggota Juang Kencana berperan mengubah perilaku masyarakat untuk mengelola sampah dan peduli terhadap warga lanjut usia (lansia).
Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo mengucapkan selamat Hari Raya Idulfitri mohon maaf lahir dan batin. Mantan Kepala BKKBN itu merasa senang berada di keluarga besar BKKBN karena persatuan dan kerukunannya terasa. Hasto menilai selagi masih punya kekuatan dan punya kesehatan para anggota Juang Kencana mempunyai modal besar tidak harus dalam bentuk uang tetapi keterampilan dan pengetahuan karena mampu mengubah perilaku orang. Dicontohkan bisa mengubah perilaku masyarakat agar berencana memiliki 2 anak cukup dengan program KB.

Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo memberikan sambutan dalam syawalan Juang Kencana Kota Yogyakarta.

“Keterampilan mengubah perilaku dan mindset orang ini masih dimiliki sampai hari ini. Sehingga ketika Juang Kencana itu melakukan kegiatan-kegiatan maka salah satunya yang menjadi perhatian bagaimana mengubah perilaku masyarakat, mengubah mindset masyarakat. Saya yakin sudah biasa melakukan persuasif penyuluhan. Kulo nderek titip khusus di Kota Yogyakarta mari kita mengubah perilaku agar tidak membuang sampah sembarangan dan memilah sampah dari rumah,”  kata Hasto saat syawalan Paguyuban Juang Kencana Kota Yogyakarta, di Resto Den Nany.
Pihaknya menegaskan Pemkot Yogyakarta sudah menggiatkan masyarakat untuk melakukan Gerakan Masyarakat Jogja Olah Sampah (Mas JOS). Mulai dari memilah, mengolah sampah, menghabiskan makanan sampah ajakan menggunakan wadah berulang. Dicontohkan Pemkot Yogyakarta melalui Dinas Lingkungan Hidup selama ini mengelola sampah organik sisa makanan yang dikumpulkan dalam ember-ember mencapai sekitar 30 ton/sehari atau 1.300 ember besar. Oleh karena itu diharapkan mengambil makanan secukupnya dan harus dimakan sampai  habis.

Hasto memberikan kuis 5 langkah Mas JOS kepada  salah satu anggota Juang Kencana Kota Yogyakarta.

“Jauh lebih baik tidak menambah sampah. Ini sedikit untuk pengenalan bahwa ada program mengubah mindset yang sebetulnya teman-teman Juang Kencana ini saya yakin mampu karena sudah biasa di lapangan,” paparnya.
Hasto juga mengajak anggota Juang Kencana Kota Yogyakarta untuk peduli terhadap lansia. Mengingat Kota Yogyakarta termasuk populasi lansia besar yakni  16,2 persen. Jumlah  lansia lebih banyak dibandingkan jumlah anak. Hasto menyebut di Kota Yogyakarta sekarang total fertility rate atau kelahiran anak 1,65. Dengan kondisi itu 10 tahun lagi di Kota Yogyakarta akan banyak lansia karena angka harapan hidupnya juga  lebih panjang.

“Saya berharap kegiatan Bapak Ibu Juang Kencana ini juga kegiatan-kegiatan yang menyentuh kesejahteraan lansia. Apa membuat sekolah lansia, Ya kemudian kita ngajar lansia, kemudian kita bisa menyentuh perubahan-perubahan perilaku. Monggo sambil gotong royong untuk membantu lansia di tengah masyarakat atau mengunjungi salah satu anggota Juang Kencana yang perlu dibantu,” tutur Hasto.
Sementara itu Ketua  Paguyuban Juang Kencana Kota Yogyakarta Surti Sukanjaniati atau akrab disapa Nunik menjelaskan anggota Juang Kencana Kota Yogyakarta sekitar 78 orang dan tiap tahun bertambah seiring anggota baru dari ASN BKKBN yang purna tugas. Dari kepala, penjabat eselon 4 dan 5 sampai  lainnya. Kegiatan rutin pertemuan setiap tiga bulan sekali salah satunya syawalan untuk silaturahmi yang diisi dengan materi seperti kesehatan.

“Selama ini kita ada pertemuan setiap tiga bulan. Kalau dari paguyuban belum (memiliki program khusus untuk masyarakat). Tapi kalau dari anggota banyak yang menjadi kader seperti kader lansia dan kader PKK. Untuk tahun ini kami ada kegiatan pemeriksaan kesehatan bagi anggota karena semua lansia,” pungkas Nunik.