Jakarta,REDAKSI17.COM-Polemik pelaporan terhadap Jusuf Kalla ke Polda Metro Jaya terus memanas. Di tengah kontroversi tersebut, muncul dugaan adanya aktor politik di balik langkah hukum yang dilakukan oleh Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia bersama sejumlah organisasi.
Sorotan tajam datang dari Muhammad Said Didu. Ia secara terbuka menyebut adanya peran kelompok yang ia sebut sebagai “Geng Solo”, yang dikaitkan dengan lingkaran Joko Widodo.
“Sepertinya Geng Solo mau coba-coba jualan SARA dengan menyerang Pak JK lewat potongan ceramah,” tulis Said Didu melalui akun media sosialnya Selasa, 14 April 2026.
Ia mengingatkan bahwa isu suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) merupakan hal sensitif yang tidak boleh dijadikan alat politik. Menurutnya, memainkan isu tersebut justru berpotensi memicu konflik yang lebih luas di masyarakat.
“Jangan coba-coba main api dengan SARA,” tegasnya.
Tak hanya itu, Said Didu juga menyoroti latar belakang pihak pelapor yang disebut memiliki keterkaitan dengan relawan pendukung Joko Widodo, bahkan dikaitkan dengan lingkaran Kaesang Pangarep.
Ia pun mempertanyakan momentum mencuatnya kembali isu ceramah Jusuf Kalla yang sebenarnya sudah disampaikan sejak lama tanpa menimbulkan polemik.
“Kenapa baru sekarang dipersoalkan? Apalagi setelah Pak JK meminta Jokowi menunjukkan ijazah asli,” ujarnya.
Pernyataan ini menambah panas dinamika politik nasional. Di satu sisi, pelaporan hukum terus berjalan, namun di sisi lain muncul tudingan adanya agenda politik di balik layar.
Publik kini menanti, apakah polemik ini murni persoalan hukum atau justru bagian dari pertarungan kepentingan yang lebih besar.




