Danurejan,REDAKSI17.COM – Kelompok Tani Sekar Arum Bausasran menjadi perwakilan Kota Yogyakarta dalam Lomba Ekosistem Kelompok/Komunitas Petani Perempuan tingkat Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tahun 2026. Keikutsertaan ini menjadi wujud nyata peran perempuan dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus menjaga lingkungan di kawasan perkotaan.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Yogyakarta, Kadri Renggono, mengapresiasi keaktifan dan kekompakan warga, khususnya para perempuan, dalam menggerakkan kelompok tani perkotaan. Menurutnya, keberadaan kelompok ini tidak hanya memberikan manfaat sosial, tetapi juga berdampak pada aspek ekonomi dan lingkungan.

“Perempuan, khususnya ibu-ibu, bisa berkelompok dan menghadirkan manfaat yang luas. Juara atau tidak dalam lomba ini bukan tujuan utama, tetapi bagaimana kelompok tani ini bisa terus berkelanjutan dan memberikan dampak bagi masyarakat,” ujarnya dalam Kunjungan Tim Juri ke Kebun Kelompok Tani Sekar Arum pada Kamis (16/4/2026).
Ia juga menyoroti upaya pengelolaan sampah yang dilakukan kelompok tersebut, mulai dari pengolahan sampah organik menjadi kompos hingga budidaya maggot. Langkah ini dinilai efektif dalam mengurangi beban sampah sekaligus menciptakan nilai ekonomi baru.

Ketua Kelompok Tani Sekar Arum, Emmeik Sihmanto, menjelaskan kelompoknya telah berjalan selama lima tahun dengan memanfaatkan lahan seluas 450 meter persegi. Berbagai kegiatan dikembangkan, mulai dari budidaya sayuran seperti sawi, kangkung, bayam, dan cabai, hingga peternakan lele dan bebek.
“Sampah organik dari dapur kami olah menjadi pakan maggot, yang kemudian dimanfaatkan untuk ternak. Kami juga bekerja sama dengan peternak ayam untuk distribusi maggot,” jelasnya.
Selain itu, kelompok ini juga mengembangkan produk turunan seperti keripik pisang, kompos, hingga pemanfaatan daun pisang. Saat ini, mereka mengelola 17 ember budidaya lele dan tiga tangki air sebagai bagian dari sistem produksi terpadu yang berorientasi pada ketahanan pangan.
“Pengembangan Kelompok Tani Sekar Arum tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, termasuk pendampingan dari Dinas Pertanian dan Pangan, serta kolaborasi dengan sektor swasta serta CSR dari Pertamina Patra Niaga dan Rumah Zakat,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Biro Perekonomian dan Sumber Daya Alam DIY, Eling Priswanto, menyampaikan lomba ini merupakan bagian dari Program Kerja Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) DIY tahun 2026.
Kegiatan ini juga sekaligus memeriahkan Hari Kartini dengan mengusung tema “Semangat Kartini: Petani Perempuan Berdaya, Ketahanan Pangan Terjaga”.
“Lomba ini bertujuan mendorong penguatan ekosistem kelompok tani perempuan serta memperluas akses keuangan guna mendukung ketahanan pangan di DIY. Harapannya semakin banyak kelompok tani perempuan yang tumbuh dan berkembang, tidak hanya sebagai penggerak ekonomi keluarga, tapi juga sebagai garda depan dalam menjaga keberlanjutan lingkungan di wilayah perkotaan,” terangnya.


