Beranda / Daerah / Tanpa 3M, Kebijakan Pendidikan Berisiko Hanya Jadi Formalitas

Tanpa 3M, Kebijakan Pendidikan Berisiko Hanya Jadi Formalitas

Yogyakarta ,REDAKSI17.COM – Berbagai kebijakan peningkatan mutu pendidikan tidak akan terlaksana tanpa 3 (tiga) M: Mindset (pola pikir) yang maju, Mental yang kuat, dan Misi yang lurus. Tanpa ketiganya, semua kebijakan yang dibuat hanya akan berhenti sebagai program dan formalitas yang sekadar ditandai dengan capaian angka-angka kuantitatif.

Hal demikian ditegaskan Asisten Sekretariat Daerah DIY Bidang Administrasi Umum, Srie Nurkyatsiwi dalam amanatnya saat membacakan pidato Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah pada Upacara Bendera Hari Pendidikan Nasional Tahun 2026 DIY, Sabtu (02/05), di Stadion Mandala Krida, Yogyakarta. Upacara yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X, jajaran Forkopimda DIY, Kepala OPD DIY, ASN Pemda DIY, dan perwakilan siswa-siswi SMP, SMA, dan perguruan tinggi.

Srie Nurkyatsiwi atau yang akrab disapa Siwi menuturkan, peringatan Hari Pendidikan Nasional adalah momentum untuk melakukan refleksi, meneguhkan, dan menghidupkan spirit pendidikan nasional. Pada hakikatnya pendidikan adalah proses yang dilaksanakan secara tulus, penuh kasih dan sayang untuk memanusiakan manusia.

“Sesuai dengan amanat Undang-Undang Dasar 1945 dan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003, pendidikan pada hakikatnya adalah proses mencerdaskan kehidupan, membangun watak, dan peradaban bangsa. Pendidikan adalah proses menumbuhkembangkan potensi manusia sehingga menjadi insan yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, cerdas, terampil, mandiri, sehat jasmani dan rohani, jujur, bertanggung jawab, demokratis, dan kepribadian utama lainnya,” terang Siwi.

Berdasarkan landasan tersebut, Siwi mengungkapkan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menerapkan pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) sebagai program prioritas untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Pembelajaran Mendalam ini disebut sebagai ikhtiar yang dimaksudkan untuk mencapai cita ideal pendidikan nasional.

“Untuk melaksanakan Pembelajaran Mendalam sebagaimana mestinya, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah telah menetapkan lima kebijakan strategis. Pertama, Program Pembangunan dan Revitalisasi Satuan Pendidikan dan Digitalisasi Pembelajaran sebagai salah satu Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Prabowo Subianto,” kata Siwi.

Revitalisasi dan digitalisasi tersebut dimaksudkan agar pembelajaran berlangsung dalam lingkungan fisik yang nyaman dan sarana yang memadai. Pada tahun 2025, Program Pembangunan dan Revitalisasi telah dilakukan untuk 16.167 satuan pendidikan. Sedangkan Program Digitalisasi Pembelajaran melalui penyediaan papan interaktif digital (PID) telah didistribusikan dan dipergunakan di lebih dari 288.000 satuan pendidikan.

Sementara itu, Siwi menyampaikan, kebijakan strategis kedua, yaitu pemenuhan kualifikasi serta peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru. Di mana kunci keberhasilan pendidikan terletak pada guru sebagai teladan, agen pembelajaran dan peradaban. Guna memenuhi kualifikasi guru, pemerintah pun memberikan beasiswa Rp3.000.000,00 tiap semester untuk guru-guru yang belum berpendidikan Diploma IV/Strata 1 (S1) melalui program rekognisi pembelajaran lampau (RPL) di kampus yang memenuhi ketentuan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

“Pada tahun 2025, beasiswa dialokasikan untuk 12.500 guru dan pada tahun 2026 untuk 150.000 guru. Para guru juga mendapatkan berbagai pelatihan seperti Pembelajaran Mendalam, Bimbingan Konseling, Koding dan Kecerdasan Artifisial, Kepemimpinan Sekolah, dan Bahasa Inggris,” papar Siwi.

Selanjutnya, kebijakan strategis ketiga, yakni Pembelajaran Mendalam juga perlu diintegrasikan dengan penguatan karakter melalui penciptaan budaya dan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman, baik fisik, sosial, dan spiritual. “Sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto tentang budaya ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah), kita bangun atmosfer sekolah sehingga bisa menjadi rumah kedua bagi semua murid. Kementerian juga meluncurkan album lagu anak dan lagu-lagu yang menumbuhkan semangat dan hidup rukun, toleransi, dan saling menghormati. Melalui lagu, nilai-nilai utama dapat terinternalisasi ke dalam jiwa dan kepribadian,” sebut Siwi.

Kemudian, kebijakan strategis keempat ialah meningkatkan kualitas pembelajaran dan capaian pendidikan melalui gerakan literasi dan numerasi, STEM (Sains, Teknologi, Enjinering, dan Matematika) serta Tes Kemampuan Akademik (TKA). Selain untuk mengetahui kemampuan akademik secara individual dan kelembagaan, TKA juga menjadi alat evaluasi untuk intervensi peningkatan mutu pendidikan, dan salah satu aspek penilaian untuk melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi.

“Kelima, bagaimana memberikan kesempatan pendidikan yang luas, dengan layanan pendidikan yang mudah, murah, dan fleksibel. Mereka yang tidak dapat belajar karena faktor ekonomi, domisili, budaya, keamanan, keadaan fisik, dan faktor penghambat lain, dibukakan kesempatan melalui sekolah satu atap, pembelajaran jarak jauh (PJJ), komunitas belajar, sekolah terbuka, dan layanan pendidikan lainnya,” jelas Siwi.

Disampaikan Siwi, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah pun tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat, dunia usaha, dan lembaga-lembaga yang berkomitmen memajukan pendidikan. Untuk itu, Siwi mengajak segenap pihak untuk memperkuat kerja sama, mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua menuju Indonesia yang cerdas, maju, dan bermartabat.

Adapun, selain menggelar Upacara Bendera Hari Pendidikan Nasional Tahun 2026, Pemerintah Daerah DIY turut melaksanakan ziarah ke makam Bapak Pendidikan Nasional, Ki Hadjar Dewantara yang bertempat di Taman Makam Wijaya Brata, Celeban, Umbulharjo, Yogyakarta. Prosesi ziarah yang meliputi penghormatan kepada arwah pahlawan, doa, serta tabur bunga ini dipimpin oleh Danlanal Yogyakarta Kolonel Laut (P) Hendra Siregar, A.Md.,M.Tr.Opsla.

Humas Pemda DIY

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *